Show simple item record

dc.contributor.authorTHENARIANTO, JESSIE JANNY
dc.date.accessioned2020-01-17T05:50:40Z
dc.date.available2020-01-17T05:50:40Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/2170
dc.description.abstractInstagram merupakan situs jejaring sosial yang populer di kalangan anak muda di Indonesia. Berbagai data menunjukkan kecenderungan penggunaan situs jejaring sosial, khususnya Instagram, yang adiktif pada individu usia emerging adulthood (18-25 tahun). Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh adiksi. Self-esteem dan need to belong diduga mempengaruhi social networking site addiction. Individu dengan evaluasi diri yang negatif dan kebutuhan untuk diterima yang tinggi diduga cenderung mengembangkan adiksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-esteem dan need to belong secara bersama-sama terhadap social networking site addiction pada mahasiswa pengguna Instagram di Surabaya. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 332 orang mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya yang menggunakan Instagram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (Rosenberg, 1989), Need to Belong Scale (Leary, Kelly, Cottrell, & Schreindorfer, 2013a), dan modifikasi Bergen Facebook Addiction Scale (Andreassen, Torsheim, Brunborg, & Pallesen, 2012). Ketiga skala diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa self-esteem dan need to belong secara bersama-sama mempengaruhi social networking site addiction (R2 = 0,120, p < 0,05). Akan tetapi, hanya need to belong yang memberikan kontribusi signifikan terhadap model regresi berganda tersebut (p t-test < 0,05). Hal ini didukung oleh hasil uji korelasi parsial antara need to belong dan social networking site addiction dengan mengendalikan self-esteem yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,314; p < 0,05). Sedangkan, hasil uji korelasi parsial antara selfesteem dan social networking site addiction dengan mengendalikan need to belong menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan (r = -0,080; p > 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-esteem dan need to belong secara bersama-sama mempengaruhi social networking site addiction. Akan tetapi, need to belong yang menjadi penentu apakah social networking site addiction terbentuk. Saran bagi mahasiswa, perguruan tinggi, praktisi di bidang psikologi klinis, dan peneliti selanjutnya telah dicantumkan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectInstagram, need to belong, self-esteem, social networking site addictionen_US
dc.titlePENGARUH SELF-ESTEEM DAN NEED TO BELONG TERHADAP SOCIAL NETWORKING SITE ADDICTION PADA MAHASISWA PENGGUNA ISTAGRAM DI SURABAYAen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record