Please use this identifier to cite or link to this item: http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/81
Title: Keeksotisan Batik Jawa Timur
Authors: Anshori, Yusak
Kusrianto, Adi
Issue Date: 2011
Publisher: PT. Elek Media Komputindo – 2011 - ISBN: 978-602-00-1195-0
Citation: Anshori , Y., & Kusrianto, A. (2011). Keeksotisan batik jawa timur. (1nd ed., pp. I-XV,350 page). jkt: PT.Elek Media Komputindo. Retrieved from http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/81
Description: Batik memiliki keunikan sosial dan ekonomi, disamping keunikannya sebagui produk seni budaya. Sejak di akui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia , hampir seluruh daerah mengembangkan potensi batik yang dimiliki. Potensi ini akan menjadi salah satu kekuatan luar biasa di sektor industri kreatif jika digarap dengan serius. Daerah yang sudah memiliki batik sernakin bergairah rnemuuculkan kreasi dan inovasi baru. Daerah yang sudah establish kekayaan batiknya mengembangkan konsep pemeliharaan pada tingkat yang lebih lanjut (advance] dengan mendata dan mengumpulkan batik-batik kuno sehingga dapat menonjolkan keunggulan daerah tersebut karena memiliki batik klasik yang menjadi acuan bahwa daerah tersebut memiliki potensi batik yang lebih mumpuni. Sedangkan daerah yang masih dalam tahap menggali potensi batiknya, berusaha untuk membuat batik sebagai ciri khas daerah mereka. Kebanggaan dan kcsadaran untuk mempertahankan budaya Indonesia sebagai salah satu bentuk nasionalisme dengan dicanangkannya batik sebagai pakaiau resmi nasional oleh pemerintah. Bahkan di beberapa instansi pemerintah maupun swasta telah mewajibkan karyawannya untuk mengenakan batik pada hari atau acara tertentu. Secara ekonomi batik juga teleh rnemberikan andil yang bersifat multiplier effect haik terhadap Usaha Kecil dan menengah maupun pada level perusahaan. Dalam perkembangannya juga terjadi kontroversi antara kebutuhan akan batik dan ketersediaan barang serta kompleksitas harga antara batik tulis dan batik printing (biasa disebut sebagai kain bermotif batik). Motif batik menjadi unsur yang sangat menentukan karena dari motif itulah kita dapat mengetahui apakah sebuah batik rnemiliki "roh" atau tidak. Motif batik juga menunjukkan dari mana suatu batik berasal. Di masyarakat, usaha batik biasanya dilakukan secara berkelompok dengan melibatkan banyak orang dengan berbagai keahlian mulai dari keahlian menggarnbar pola. mencanting, mencolet, memproses pewarnaan, mencuci, hingga menjemur kain. Oleh karena itu di suatu wilayah. baik di desa atau di kota muncul istilah "kampung batik" yaitu tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai keahlian untuk mengerjakan batik. Jika dalam perkembangannya usaha batik tersebut mampu meningkatkan dan menjadikan sumber pendapatan masyarakat di wilayah tersebut akan muncul beberapa pengusaha batik. Masing-masing wilayah biasanya memiliki ciri pembatikan tertentu baik dari segi motif, goresan canting, dan warna yang dihasilkan. Pengaruh motif dan gaya menggores canting terjadi karena saling melihat, meniru dan interaksi sehari-hari dengan kondisi alam sekitar yang berlangsung berulang sehingga mampu rnelahirkan ciri tertentu. Kumpulan ciri yang telah mendarah duging itulah yang kemudian kita kenal sebagai budaya daerah dan belakangan sering diistilahkan dengan jargon “kearifan lokal", Jika dalam suatu kabupaten atau kota memiliki lebih dari satu kecamatan yang memiliki “Kampung Batik" atau sentra kerajinan batik, maka mereka akan berkoordinasi untuk membuat suatu ciri khas yang dapat merepresentasikeu daerah mereka. Tidak jarang ide pembuatan motif batik justru datang dari pemerintah dengan mengadakan Lomba Design Batik dimana pemenangnya akan dijadikan sebagai "master design” Untuk batik daerah tersebut. Ide pembuat- an motif juga dapat berasal dari komunitas pembatik yang berkembang sesuai dengen ciri mereka masing-masing. Ciri itulah yang kemudian menjadi pembeda dan akan memudahkan konsumen batik untuk mengenali suatu produk kedaerahan.. Jawa T'imur yang terdiri dari 38 kabupaten/kota memiliki motif dan warna batik yang unik dan bervariasi, Meskipun tidak semua kubupaten/kota memilikii batik khas daerahnya, namun batik Jawa Timur secara khusus memiliki keeksotisan tersendiri. Buku ini berusaha untuk menampilkan, dan mengajak pembaca memahami keeksotisan serta keunikan inotif-motif batik yang ada di Jawa Tirnur. Selain menampilkan foto- foto motif batik kami juga berusaha rnendiskripsikan dan mengapresiasi motif, warna maupun tema dari masing-masing daerah di Jawa Timur, dengan harapan pernbaca tidak hanya dapat rnenikmati keindahan batik tetapi juga dapat memahami motif yang ada didalamnya. Seringkali bagus atau tidaknya penilaian terhadap suatu motif merupakan urusan selera, namun sesungguhnya tidak ada karya seni yang buruk, melainkan kita belum menemukan sudut pandang yang tepat. Sejujurnya buku ini belum mampu meliput keseluruhan potensi batik yang ada di seluruh daerah Jawa Timur. Kami menyadari sepenuhnya bahwa bukn ini masih jauh dari sempurna, Oleh karenanya masukan dan saran dari pembaca terhadnp potensi-potensi yang belum termuat pada tulisan kami ini, kritik dan saran kami nantikan melalui alamat e-mail kami cakyusak@gmail.con atau adikusrianto@gmail.com.
URI: http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/81
Appears in Collections:Lecture Papers National Published Articles

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Yusak Anshori-- Batik.pdf1.47 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.