<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>DSpace at Universitas Ciputra</title>
<link href="http://dspace.uc.ac.id:8080" rel="alternate"/>
<subtitle>The DSpace digital repository system captures, stores, indexes, preserves, and distributes digital research material.</subtitle>
<id xmlns="http://apache.org/cocoon/i18n/2.1">http://dspace.uc.ac.id:8080</id>
<updated>2026-04-16T10:41:51Z</updated>
<dc:date>2026-04-16T10:41:51Z</dc:date>
<entry>
<title>Cerita Nama Wiyung Surabaya Diambil dari Kisah Cinta Mbah Jati ke Mbah Melati  Baca artikel detikjatim, "Cerita Nama Wiyung Surabaya</title>
<link href="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9346" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kartika, Chrisyandi Tri</name>
</author>
<id>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9346</id>
<updated>2026-04-16T10:08:53Z</updated>
<published>2024-04-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Cerita Nama Wiyung Surabaya Diambil dari Kisah Cinta Mbah Jati ke Mbah Melati  Baca artikel detikjatim, "Cerita Nama Wiyung Surabaya
Kartika, Chrisyandi Tri
Surabaya - Wiyung adalah salah satu nama kecamatan di Surabaya. Berdasarkan cerita tutur yang dikutip dari buku Surabaya in the Book: Potret Sisikmelik Kota Surabaya (2009) karya M. Anis Fathoni, dulunya penamaan Wiyung diambil dari kisah kasih tak sampai Mbah Jati kepada Mbah Melati.&#13;
Zaman dahulu kala, dikisahkan Wiyung merupakan sebuah desa tanpa nama yang dihuni oleh sekelompok warga yang hidupnya damai. Desa ini pada waktu itu adalah daerah rawa-rawa yang masyarakatnya memanfaatkan sumber daya alam di sana untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Di desa tanpa nama tersebut, hidup seorang pemuda bernama Ki Sukmo Jati (Mbah Jati) yang dikenal sebagai pemuda yang rajin bekerja. Pemuda itu diketahui menyimpan rasa cinta terhadap Dewi Sekar Arum (Mbah Melati), seorang gadis cantik berparas jelita di desa itu.&#13;
"Mbah Jati jatuh cinta pada Dewi Sekar Arum," kata pemerhati sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada detikJatim, Kamis (25/4/2024). Namun cinta Ki Sukmo Jati tak berjalan seperti keinginannya. &#13;
Rupanya, ada orang ketiga berjuluk Lempung (tanah becek yang pekat) yang tak ingin mereka berdua memadu kasih. "Kisah cinta itu akhirnya kandas, susah untuk dijadikan satu," ujar Chrisyandi. Waktu terus berlalu dan dikisahkan Dewi Sekar Arum jatuh sakit lalu meninggal. Ia meninggal tanpa sempat menjalin cinta sejati dengan Ki Sukmo Jati. Sepeninggal sang Dewi, Ki Sukmo Jati tak henti-hentinya memikirkan cintanya itu. Sampai kemudian ia memberi nama desa itu dengan nama Wiyung. "Dari kisahnya itu, (Ki Sukmo Jati) menamai daerah itu menjadi nama Wiyung, diambil dari nama Dewi Sekar Arum," ungkap Chrisyandi. Wiyung sendiri merupakan singkatan dari Dewi dan Wuyung. Dewi diambil dari nama perempuan yang ia cintai, sementara Wuyung artinya 'yang dicintai', sehingga Dewi Wuyung berarti Dewi yang dicintai. Selepas memberi nama desa tersebut, Ki Sukmo Jati diceritakan meninggal dalam kesedihannya.
</summary>
<dc:date>2024-04-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH DAMPAK RISIKO PANDEMI COVID-19, REPUTASI UNDERWRITER, DER TERHADAP UNDERPRICING PADA PENAWARAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA SAAT PANDEMI COVID-19</title>
<link href="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9345" rel="alternate"/>
<author>
<name>Indrawati, Catherine Angeline</name>
</author>
<id>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9345</id>
<updated>2026-04-11T09:09:29Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH DAMPAK RISIKO PANDEMI COVID-19, REPUTASI UNDERWRITER, DER TERHADAP UNDERPRICING PADA PENAWARAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA SAAT PANDEMI COVID-19
Indrawati, Catherine Angeline
Fenomena yang sering kali terjadi ketika perusahaan ingin memperoleh pendanaan yaitu underpricing. Hal ini juga terjadi pada perusahaan yang melakukan IPO saat pandemi COVID-19. Kondisi yang tidak stabil akibat pandemi COVID-19 dapat mempengaruhi tinggi rendah nya tingkat underpricing. Underpricing terjadi apabila harga saham perdana lebih rendah daripada penutupan harga saham di pasar sekunder saat hari pertama. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait dampak risiko pandemi COVID-19, reputasi underwriter, DER terhadap underpricing saat pandemi COVID-19”. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 83 perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020 – 2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapat dari laporan prospektus, dan annual report tahun 2020 – 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi STATA 17. Hasil dari penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa dampak risiko pandemi COVID-19 berpengaruh negatif terhadap underpricing. Sedangkan variabel reputasi underwriter dan DER tidak memiliki pengaruh terhadap underpricing.
The most common phenomena when a company tries to secure funding is underpricing. Underpricing also experienced by companies that conducted IPO during COVID-19 Pandemic. Uncertainties caused by COVID-19 can influence the level of Underpricing. Underpricing happens when in the first day premier stock price is lower than the closing stock price in the secondary market. This research aims to acquire empirical evidence regarding the risk of COVID-19 pandemic, Underwriter reputation, and DER toward underpricing during COVID-19 Pandemic. This study used a purposive sampling method. There are 83 companies that conducted IPO in Indonesia Stock Exchange in between 2020-2021. This research used secondary data that is acquired from prospectus report, and annual report in the years 2020-2021. Research method that is used is doubled linear regression compiled using STATA 17 application. The result of this research gave empirical evidence that showed COVID-19 pandemic risk have negative influence toward underpricing. It also shows that underwriter reputation variable and DER do not have any influence toward underpricing.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), PRICE TO BOOK VALUE (PBV), RETURN ON ASSET (ROA) DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM BANK DIGITAL</title>
<link href="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9344" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rachmat, Ahmad Muammal</name>
</author>
<id>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9344</id>
<updated>2026-04-11T09:01:37Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), PRICE TO BOOK VALUE (PBV), RETURN ON ASSET (ROA) DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM BANK DIGITAL
Rachmat, Ahmad Muammal
Adanya pandemi COVID 19 membuat daampak perubahan pada sistem digitalisasi Indonesia bahkan dunia. Kondisi tersebut membuat masyarakat secara tidak langsung beralih menuju era digitalisasi yang lebih modern dan lebih cepat. Pada era digitalisasi ini merubah perilaku masyarakat dalam transaksi keuangan. Semakin cepatnya teknologi pada persaingan di era digital membuat sektor perbankan melakukan transformasi bisnis menjadi bank digital, perusahaan perbankan berusaha untuk menjaga kinerja keuangan agar tetap stabil sehingga menciptakan minat investor untuk berinvestasi sehingga dapat mempengaruhi harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) terhadap Harga Saham. Sampel penelitian ini adalah perusahaan perbankan digital yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2022. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang berasal dari laporan keuangan bulanan perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program STATA 17. Hasil penelitian menyatakan variable Earning Per Share yang tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Price to Book Value berpengaruh terhadap Harga Saham. Return On Asset berpengaruh terhadap Harga Saham. Return On Equity berpengaruh negatif terhadap Harga Saham.
The existence of the COVID 19 pandemic has had a change in the digitalization system in Indonesia and even the world. These conditions make people indirectly move towards a more modern and faster digitalization era. In this digitalization era, people's behavior in financial transactions has changed. The speed of technology in competition in the digital era has made the banking sector transform its business into a digital bank, banking companies are trying to maintain financial performance so that it remains stable so as to create investor interest in investing so that it can influence stock prices. This study aims to determine the effect of Earning Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) on stock prices. The sample for this research is a digital banking company that is listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2021-2022 period. This study uses secondary data sources derived from the company's monthly financial reports. The analysis technique used is multiple linear regression analysis using the STATA 17 program. The results of the study state that the Earning Per Share variable has no effect on stock prices. Price to Book Value affects the Stock Price. Return On Assets affect the Stock Price. Return On Equity has a negative effect on stock prices.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH EDUKASI, MOTIVASI INVESTASI, DAN FOMO BEHAVIOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI</title>
<link href="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9343" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hartanto, Kezia Natania</name>
</author>
<id>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9343</id>
<updated>2026-04-11T08:55:01Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH EDUKASI, MOTIVASI INVESTASI, DAN FOMO BEHAVIOR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI
Hartanto, Kezia Natania
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar pengaruh Edukasi, Motivasi Investasi dan FoMO Behavior terhadap pengambilan Keputusan Investasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan penyebaran kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh signifikan positif antara variabel Edukasi terhadap Keputusan Investasi hal ini didukung oleh hasil uji yang menunjukkan nilai t-hitung 9,660 &gt; nilai t-tabel 1,98498 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 &lt; 0,05. Terdapat pengaruh signifikan positif antara variabel Motivasi Investasi terhadap Keputusan Investasi dan hal ini didukung oleh hasil uji yang menunjukkan nilai t-hitung 3,020 &gt; nilai t-tabel 1,98498 dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 &lt; 0,05. Variabel FoMO Behavior tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Investasi dengan nilai t-hitung -1,805 &lt; nilai t-tabel 1,98498 dengan nilai signifikansi sebesar 0,074 &gt; 0,05. Hasil Uji F menunjukkan bahwa variabel Edukasi, Motivasi Investasi, dan FoMO Behavior secara simultan berpengaruh secara positif signifikan dan didukung oleh nilai signifikansi F &lt;0,001. Hasil dari uji koefisien determinasi menujukkan bahwa variabel Edukasi, Motivasi Investasi, dan FoMO Behavior memiliki. pengaruh sebesar 56,9% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian ini.
This study aims to determine how Education, Motivation of Investment, dan FoMO Behavior affect Investment Decisions. Data collection technique used in this study is through questionnaire. The results from this study showed that there’s a significant positive effect between Education and Investment Decisions, supported by the t-test result t-count 9,660 &gt; t-table 1,98498 with a significant value of 0,001 &lt; 0,05. There’s a significant positive effect between Motivation of Investment and Investment Decisions, supported by the t-test result t-count 3,020 &gt; t-table 1,98498 with a significant value of 0,003 &lt; 0,05. FoMO Behavior has no significant effect towards Investment Decisions with t-test result t-count -1,805 &lt; t-table 1,98498 and significant effect 0,074 &gt; 0,05. The F test shows that Education, Motivation of Investment, and FoMO Behavior simultaneously have a significant positive effect, supported by the test result F &lt;0,001. The coefficient determinations test result showed that variables such as Education, Motivation of Investment, and FoMO Behavior contributed 56,9% and the rest are affected by other variables.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
