<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/2546">
<title>Artikel</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/2546</link>
<description>Artikel</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9148"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9147"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9132"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9043"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-06T09:04:12Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9148">
<title>Skrining Penyakit Tidak Menular dan Edukasi Gaya Hidup Sehat pada Sivitas Akademika Universitas Ciputra dalam Rangka PKG 3</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9148</link>
<description>Skrining Penyakit Tidak Menular dan Edukasi Gaya Hidup Sehat pada Sivitas Akademika Universitas Ciputra dalam Rangka PKG 3
Ferdinandus, Pieter David Adriaan
Penelitian pengabdian masyarakat ini melaporkan pelaksanaan skrining penyakit tidak menular (PTM) dan edukasi gaya hidup sehat bagi sivitas akademika Universitas Ciputra dalam rangka Pekan Kesehatan Gratis 3 (PKG 3). Latar belakang kegiatan didasari oleh tingginya beban PTM secara global dan nasional serta pola hidup sedentari pada komunitas kampus. Tujuan kegiatan meliputi deteksi dini faktor risiko PTM, promosi dan pencegahan melalui edukasi GERMAS, penyusunan peta profil kesehatan sivitas, dan penguatan sinergi dengan Puskesmas Made. Metode yang digunakan adalah konsep One Stop Health Service yang menggabungkan skrining antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar perut, IMT), pemeriksaan tanda vital (tekanan darah), pemeriksaan darah sederhana (gula darah acak, asam urat, kolesterol), serta skrining kesehatan mental menggunakan kuesioner SRQ-20; dilanjutkan konsultasi dokter dan sesi edukasi kelompok serta pojok edukasi tentang gizi seimbang, bahaya rokok, dan aktivitas fisik. Sampel target 150–200 peserta terdiri atas dosen, staf, dan mahasiswa. Hasil yang diharapkan mencakup identifikasi prevalensi risiko hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan obesitas; peningkatan literasi kesehatan; serta rekomendasi kebijakan kesejahteraan kampus. Implementasi kegiatan memerlukan dukungan tenaga medis, reagen, fasilitas pencatatan data, dan mekanisme rujukan. Temuan literatur mendukung bahwa skrining yang diikuti konseling dan kebijakan lingkungan kampus efektif menurunkan faktor risiko PTM bila ada tindak lanjut terstruktur. Pelaksanaan juga diharapkan menghasilkan basis data kesehatan untuk perencanaan intervensi jangka panjang serta memperkuat kapasitas Puskesmas dalam layanan primer kampus melalui transfer pengetahuan dan sumber daya. Evaluasi berkala dan pelibatan mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi kunci keberlanjutan program komunitas serta monitoring indikator terukur.
</description>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9147">
<title>Peningkatan Deteksi Dini Kanker pada Sivitas Akademika Universitas Ciputra melalui Skrining IVA, Pemeriksaan Payudara, Paru, Prostat, dan Tiroid Pada PKG 1 Puskesmas Made</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9147</link>
<description>Peningkatan Deteksi Dini Kanker pada Sivitas Akademika Universitas Ciputra melalui Skrining IVA, Pemeriksaan Payudara, Paru, Prostat, dan Tiroid Pada PKG 1 Puskesmas Made
Handari, Saskia Dyah
Program Pengabdian kepada Masyarakat Pekan Kesehatan Gratis (PKG) yang diselenggarakan Universitas Ciputra Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Puskesmas Made bertujuan meningkatkan deteksi dini kanker dan penyakit tidak menular (PTM) melalui skrining IVA, pemeriksaan payudara, paru, prostat, dan tiroid. Kegiatan yang berlangsung pada periode 1 Agustus 2025 hingga 1 Januari 2026 dengan puncak pada 12 Agustus 2025 ini mengintegrasikan skrining klinis, edukasi kesehatan, konsultasi individu, dan sistem rujukan untuk peserta sivitas akademika dan warga sekitar kampus. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan oleh tenaga medis sesuai standar pelayanan primer, penyuluhan gaya hidup sehat, pencatatan hasil, serta pendampingan rujukan bagi kasus abnormal. Luaran yang diharapkan mencakup data skrining agregat, peningkatan pengetahuan peserta, laporan pengabdian, dan penguatan jejaring kemitraan antara universitas, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan primer. Program ini menanggapi tantangan keterlambatan diagnosis yang berkontribusi pada tingginya morbiditas dan mortalitas PTM dengan menyediakan akses skrining yang terjangkau dan berkelanjutan di lingkungan kampus. Hasil kegiatan diharapkan memperbaiki deteksi dini, memfasilitasi rujukan medis, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin. Monitoring dan evaluasi dilakukan pada periode September hingga Oktober 2025 untuk menganalisis data pemeriksaan dan memberikan saran medis lanjutan, sedangkan pendampingan rujukan berlangsung November hingga Desember 2025 untuk memastikan tindak lanjut klinis yang tepat bagi peserta, serta memperkuat kolaborasi akademik dengan layanan kesehatan primer setempat yang berkelanjutan. Artikel ini menyajikan desain program, pelaksanaan, dan implikasi kebijakan untuk replikasi intervensi serupa di institusi pendidikan tinggi urban.
</description>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9132">
<title>UPDATED MANAGEMENT AND TREATMENT OF HYPERTENSION 2025</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9132</link>
<description>UPDATED MANAGEMENT AND TREATMENT OF HYPERTENSION 2025
Panggabean, Ronald Torang Marshala
Background:&#13;
Hypertension continues to pose a significant global public health burden and remains one&#13;
of the most important modifiable risk factors for cardiovascular disease. Its prevalence is&#13;
increasing worldwide, including in Indonesia, leading to substantial rates of premature&#13;
illness and death. Ongoing advancements in clinical research necessitate regular revisions&#13;
of diagnostic criteria and therapeutic approaches.&#13;
&#13;
Methods:&#13;
This narrative review outlines current strategies for hypertension management based on&#13;
international clinical practice guidelines published in 2025. The review addresses blood&#13;
pressure classification, cardiovascular risk assessment, individualized treatment targets,&#13;
lifestyle modification, and pharmacological therapy.&#13;
&#13;
Results: Adherence to guideline-based hypertension management has been shown to improve blood pressure control and decrease long-term cardiovascular complications. Individualized and multidisciplinary care models further enhance treatment outcomes.&#13;
&#13;
Conclusion: A comprehensive, patient-centered approach to hypertension management that aligns with the 2025 international guidelines is essential for reducing cardiovascular morbidity and mortality.
</description>
<dc:date>2026-01-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9043">
<title>What to be concerned: Warfarin in AF Patients</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9043</link>
<description>What to be concerned: Warfarin in AF Patients
Oktovianto, Andrianus
Background Behind :&#13;
Atrial fibrillation is arrhythmia heart most frequent that increases risk of stroke due to formation  thromboembolism. Warfarin  still  Lots  used  as  therapy  anticoagulation, however own index therapeutic narrow And risk significant bleeding.&#13;
Case :&#13;
A patient with atrial fibrillation requires therapy anticoagulation term long For stroke prevention. Warfarin   is   chosen   as   therapy   with   monitoring   strict   International Normalized Ratio (INR) for reach effect optimal anticoagulation. During therapy is required  evaluation  periodically  to  factors  that  influence  INR,  including  interaction medicine, diet, and compliance patient .&#13;
Results :&#13;
Regular  INR  monitoring  with  a  therapeutic  target  of  2.0 –3.0  capable  lower  risk thromboembolism at a time minimize incident bleeding. Adjustment the right dose And order like early on INR deviation increases security And effectiveness therapy.&#13;
Conclusion :&#13;
The use of warfarin in patient atrial fibrillation requires election appropriate patient, strict  INR  monitoring,  and  management  comprehensive  For  balance  benefit  stroke prevention and risk bleeding.
</description>
<dc:date>2026-01-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
