<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/2572">
<title>Majalah Rumahku</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/2572</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8330"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6827"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6826"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6825"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-06T09:55:47Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8330">
<title>Spondylitis TB: Tinjauan Literatur Terbaru tentang Epidemiologi dan Intervensi Klinis</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8330</link>
<description>Spondylitis TB: Tinjauan Literatur Terbaru tentang Epidemiologi dan Intervensi Klinis
Adipranoto, Gladys
Spondylitis tuberculosis (TB tulang belakang), atau Pott's disease, merupakan bentuk paling umum dari TB muskuloskeletal, mencakup lebih dari 50% kasus TB tulang. Penyakit ini ditandai oleh keterlibatan korpus vertebra, diskus intervertebralis, dan dapat menyebabkan deformitas kifosis serta defisit neurologis. Penyebaran basil TB ke tulang belakang terjadi melalui jalur hematogen dari fokus primer, umumnya paru. Diagnosis dini seringkali sulit karena gejala klinis yang nonspesifik dan berkembang perlahan. Modalitas penunjang utama adalah MRI dan pemeriksaan histopatologis. Penatalaksanaan utama mencakup terapi antituberkulosis jangka panjang, dengan pembedahan dipertimbangkan pada kasus tertentu. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan komprehensif mengenai epidemiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, terapi, komplikasi, dan pencegahan spondylitis TB, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman klinisi terhadap penyakit ini serta mendorong deteksi dan tata laksana yang lebih efektif.
</description>
<dc:date>2025-07-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6827">
<title>Mahasiswa CSR Siap Terjun ke Lapangan. Jawa Pos. 30 April 2016.Hal.30</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6827</link>
<description>Mahasiswa CSR Siap Terjun ke Lapangan. Jawa Pos. 30 April 2016.Hal.30
Surya, Surya
SURABAYA – Program Campus Social Responsibility (CSR) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya telah merampungkan fase perkenalan antarmahasiswa pendamping dan adik asuh di 31 kecamatan se-Surabaya. Selanjutnya, para mahasiswa itu memulai pendampingan kepada adik asuhnya agar mau melanjutkan sekolah.&#13;
&#13;
Dari proses seleksi selama tiga bulan, dinsos telah menugaskan 270 mahasiswa pendamping untuk membina anak-anak putus sekolah. Mahasiswa itu dipilih dari 24 kampus swasta maupun negeri di seluruh Surabaya. “Perkenalan untuk tiap-tiap kecamatan sudah selesai, tinggal Kecamatan Sukolilo Minggu depan,” ujar Direktur CSR Atiyun Najah Indhira dalam acara pertemuan mahasiswa pendamping dan kakak asuh di kantor Kecamatan Lakarsantri kemarin (29/4).&#13;
&#13;
Perempuan yang akrab disapa Ayun itu menjelaskan, jumlah pasangan kakak dan adik asuh di tiap-tiap kecamatan berbeda, bergantung jumlah anak yang didaftarkan kecamatan terkait. khusus mahasiswa kampus Universitas Ciputra, mereka ditempatkan di dua kecamatan yang paling dekat, yaitu Lakarsantri dan Sambikerep. “Mereka memang request untuk mendampingi di kecamatan yang dekat dengan kampus,” ucapnya.&#13;
&#13;
Ayun menambahkan, pada fase pertama, para mahasiswa pendamping akan ditugaskan untuk mengidentifikasi pennasalahan yang dihadapi tiap-tiap adik asuh. Kemudian, mereka harus merumuskan langkah paling tepat untuk mengatasinya. Mereka nanti menginventarisasi apa saja yang dibutuhkan si adik untuk bisa sekolah lagi,” kata perempuan ayu tersebut.&#13;
&#13;
Salah seorang mahasiswa jurusan international business management (IBM), Fadli Abdul Aziz, mengungkapkan, dirinya menerima tawaran program CSR melalui e-mail yang dikirim kampus. Dia tergerak karena ingin menjadi contoh bagi adik kelasnya agar memiliki kesadaran sosial. “Dengan program ini, kami bisa jadi role model bagi adik-adik kelas,” ujar pria yang tinggal di kawasan Ampel tersebut.&#13;
&#13;
Fadli meyakini ilmu yang dimilikinya dari kampus harus dituIarkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, apalagimembantu anak-anakyang putus sekolah. “Mereka ini kan penerus bangsa, jadi harus dibantu untuk terus sekolah,” imbuhnya. (tau/c17/git)
</description>
<dc:date>2016-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6826">
<title>Makam Peneleh Jadi Memorial Park</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6826</link>
<description>Makam Peneleh Jadi Memorial Park
Surya, Surya
SURABAYA – Pemkot berencana memoles makam lawas Peneleh. Kompleks pemakaman seluas 4,5 hektare yang ada sejak 1814 itu bakal jadi memorial park. Bentuk pusara yang bernilai seni akan tetap dipertahankan.&#13;
&#13;
Kondisi Makam Peneleh saat ini memang masih berantakan. Terlihat pula kambing berkeliaran di dalam area makam, khususnya di bagian selatan.&#13;
&#13;
Meski demikian, masih cukup banyak pusara yang terjaga bentuknya. “Bentuk-bentuknya ini sungguh eksotis. Artistik, celetuk Direktur Sjarikat Poesaka Soerabaia Freddy H. Istanto yang Minggu siang berkunjung ke lokasi makam tersebut.&#13;
&#13;
Freddy yang datang bersama sang istri, Vonny Rumambi, mengungkapkan, penataan Makam Peneleh harus diperlakukan seperti galeri seni. Sebab, pusara tersebut bisa dianggap mencerminkan karya seni yang berkembang pada abad ke-18 dan awal 19. “Bentuk pusaranya, ukirannya, termasuk tipografinya ini jelas khas sekali,” ujar dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra itu.&#13;
&#13;
Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan, rencananya, ada tembok khusus yang bertulisan nama-nama orang yang pernah disemayamkan di makam tersebut. “Banyak yang tulangnya sudah tidak ada, sudah diangkut ke Belanda,” ujar Agus.&#13;
&#13;
Sementara itu, menurut Kepala UPTD Makam DKP Endro Purwo Margo makam lain juga dibenahi. Dalam waktu dekat, UPTD Makam DKP menambah 17 titik PJU (peneranganjalan umum). Lokasinya di TPU Babat Jerawat dan Keputih. (junibir/c17/nd)
</description>
<dc:date>2016-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6825">
<title>Belajar Atur Keuangan Lewat Permainan</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/6825</link>
<description>Belajar Atur Keuangan Lewat Permainan
Surya, Surya
SURABAYA – Banyak cara untuk membiasakan anak suka menabung. Salah satunya melalui permainan. Tiga mahasiswa Universitas Ciputra, Thaddeus Anggawardhana, Hendro Kusnadi, dan Agustio Adhi Sisputro, memanfaatkan board game sebagai perantaranya. Mereka membuat papan permainan berjuluk Tour to Surabaya. Papan permainan itu memiliki warna-warna yang mencolok. Simbol suro dan boyo mendominasi papan tersebut. Bentuknya tidak jauh berbeda dengan papan permainan monopoli pada umumnya. Hanya, konten permainannya berbeda. “Biasanya, saat bermain monopoli, pemain hanya memikirkan mendapat uang untuk hura-hura. Di board game ini, kami buat lebih mendidik,” papar Teddy. Pada permainan itu, siswa diajak berpikir ke depan. Artinya, siswa dilatih mengukur kemampuan menghitung untuk keperluan masa mendatang. Misalnya, siswa akan diberi kartu berupa modal untuk memperoleh paket kesehatan. Tujuannya, siswa dapat berpildr jangka panjang bahwa kesehatan membutuhkan investasi. “Selain itu, di permainan ini mereka belajar investasi melalui prosedur yang diberlakukan,” terang Teddy. Simbol-simbol khas Surabaya mendominasi papan permainan tersebut. Misalnya, tempat-tempat bersejarah di Surabaya seperti Tugu Pahlawan, Hotel Majapahit, serta beberapa tempat kuliner khas Surabaya. “Maksudnya untuk mengenalkan ke siswa tempat-tempat khas Surabaya selain ke mal,” ujar mahasiswa jurusan akuntansi tersebut. Permainan itu diperuntukkan bagi mereka yang berusia lebih dari 13 tahun. Menurut dia, dengan permainan itu, siswa dapat belajar mengatur keuangan sejak dini dan berhemat. “Jadi, pembelajaran keuangan sejak dini itu penting. Mereka bisa mengatur mana yang memang benar dibutuhkan mana yang hanya keinginan semata,” jelasnya. (ara/c14/fal)
</description>
<dc:date>2016-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
