<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3280">
<title>Materi Pelatihan</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3280</link>
<description>Basic Entrepreneurial Teaching</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3313"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3305"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3296"/>
<rdf:li rdf:resource="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3294"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T00:45:39Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3313">
<title>Research for Innovaton</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3313</link>
<description>Research for Innovaton
Teaching orientation (Learning and performance orientation), &#13;
Mengapa Riset di bidang pendidikan penting?&#13;
Research Design&#13;
•The hierarchy of evidence based on research design&#13;
•The cause-and-effect relationship
Teaching orientation (Learning and performance orientation);&#13;
a)Mastery focused classrooms are those structured to emphasize understanding the material and learning&#13;
from mistakes.&#13;
b)Performance focused classes emphasize doing better than others (performance approach) or&#13;
c)Performing avoiding the appearance of being incompetent or less able than others (performance avoidance) (Lam, Ruzek , Schenke , Conley, &amp; Karabenick , 2015:&#13;
&#13;
MAHASISWA&#13;
1.Meningkatkan Learning performance/outcome,Student engagement, perceived task value, student perceived competence, learning motivation, etc.&#13;
2.Meningkatkan pemahaman mahasiswa atas subyek tertentu&#13;
3.Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menyeimbangkan antara “collaborative” dan “individual work” (soft&#13;
&#13;
DOSEN&#13;
1.Mengidentifikasi dan memilih cara ” yang tepat untuk menyelesaikan masalah di kelas&#13;
2. Mengetahui metode dan strategi pengajaran yang tepat&#13;
3. Menemukan INOVASI dalam subyek atau metode pengajaran,&#13;
&#13;
Classroom Action Research Design&#13;
•Action Research; Classroom Action Research (CAR); Participatory Action Research (PAR)&#13;
•Area ProblematikaCAR dan Solusi Tindakannya&#13;
•CAR Design: a Spiral of Cycles
</description>
<dc:date>2020-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3305">
<title>Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester dalam Pembelajaran Online</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3305</link>
<description>Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester dalam Pembelajaran Online
PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER DALAM PEMBELAJARAN ON LINE&#13;
Merancang Satu tahap Pembelajaran, Mahasiswa mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu program paket wisata berdasarkan analisis pasar dan peluang bisnis model Canvast, yang teruji terhadap kaidah enterpreneurship
Merancang tahap Pembelajaran CPMK:&#13;
1. Dijabarkan dan menjadi bagian dari CP mk.&#13;
2. Nilai adalah cerminan keberhasilan mhs memenuhi sub CP mk.&#13;
3. Perkiraan waktu mhs dpt memiliki kemampuan (sub CP) dengan aktivitas pembelajaran yang dirancang&#13;
4. Dirancang agar mhs dapat menghasilkan luaran yang ditetapkan&#13;
5. bentuknya harus dapat diamati dan digunakan untuk menilai keberhasilan mahasiswa&#13;
6. dipilih yang harus dikuasai agar mhs dpt memiliki kemampuan sesuai sub CP&#13;
7. Penilaian proses dan hasil/luaran yang akuntabel.&#13;
8. Aspek yang dinilai (diturunkan dari sub CP) sebagai indikator keberhasilan mahasiswa&#13;
9. Sebagai alat untuk mengukur level/tingkat keberhasilan mhs.&#13;
10. bobot nilai harus sesuai dengan jumlah minggu per sem (sks)
</description>
<dc:date>2020-06-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3296">
<title>Penyusunan RPS mata kuliah</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3296</link>
<description>Penyusunan RPS mata kuliah
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER SEBUAH MATA KULIAH BERISI :&#13;
1. Rumusan capaian pembelajaran yang dibebankan pada mata kuliah ini.&#13;
2. Kriteria penilaian dan Indikator keberhasilan&#13;
3. Strategi pembelajaran yang dipilih untuk memenuhi capaian pembelajaran,&#13;
4. Sistem asesmen dan penilaian (rubriks)&#13;
5. Bentuk tugas atau pengalaman belajar mahasiswa, beserta rincian tugasnya.&#13;
6. Materi ajar atau pokok bahasan.&#13;
7. Tahapan dan waktu pembelajaran&#13;
8. Waktu yang disediakan untuk tiap tahap&#13;
9. Referensi yang digunakan
</description>
<dc:date>2018-07-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3294">
<title>Experiental Learning</title>
<link>https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3294</link>
<description>Experiental Learning
MENGALAMI SECARA NYATA&#13;
MEREFLEKSIKAN PENGALAMAN DAN PENGAMATAN&#13;
MENGKOSEPKAN APA YANG DIALAMI DAN DIOBSERVASI&#13;
MENCOBAKAN HAL BARU YANG DIGAGAS
Dewey’s reflective experiences menjadi salah satu basis pengembangan entrepreneurial learning method (Pepin, 2012) karena filosofi tersebut sejalan dengan entrepreneurial learning yang mengadalkan pada action based, mendekatkan learners ke real world dan bersifat iteratif. Reflective experience menjadi dasar untuk membangun kompetensi entrepreneurial atau being enterprising. Perkembangan entrepreneurial knowledge bersifat gradual dan dihasilkan dari proses pengalaman yang dijalani (Higgins &amp; Elliott, 2011). Dengan kata lain, kompetensi entrepreneurial berkembang karena ada experience yang dialami oleh learners.&#13;
Gibb (2011) percaya bahwa entrepreneurial learning adalah tindakan untuk menciptakan nilai yang melibatkan proses emosi serta proses transformasi knowledge ke strategi problem solving. Dia menyarakan bahwa practice based atau learning by doing menjadi metode yang tepat untuk entrepreneurial learning. Man (2012) selanjutnya mengkongkritakan ini dengan mengembangka n entrepreneurial learning dari behavioural perspective. Dia percaya bahwa keberhasilan proses belajar dapat dilihat dari proses individu mengiterpretasi dan memaknai eksperience yang dialami melalui proses yang iterative dan interactive. Dia menyimpulkan bahwa “learning is essentially an experiential, cognitive, iterative, and interactive process” (p.551).&#13;
Researchers lain seperti Politis (2005) dan Wang and Chugh (2014) menguatkan bahwa entrepreneurial process adalah experiential process. Dua proses exploration dan exploitation (Shane &amp; Venkataraman, 2000) menjadi dua proses of entrepreneurial learning (Wang &amp; Chugh, 2014). Experiential exploration adalah process of learning yang dimulai dengan berempati pada permasahan atau kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan dengan kemampuan dan potensi yang dimilik i nya. Sinkronisa s i antara potensi untuk menghas ilka n value dengan kebutuhan atau&#13;
problem ini inline dengan reflective observation dan abstract conceptualisation dari Kolb’s experiential learning model. Experiential exploitation adalah tindak lanjut dari proses exploratio n yaitu tahap untuk menguji coba melalui active experimentation untuk menentukan apakah value dapat dieksekusi. Bagian lain dari exploitation ini adalah menawarkan value ke masyarakat yang dituju. Tahapan ini setara dengan concrete experience dari Kolb’s learning model. Secara singkat, Rae (2017:487) menulis “entrepreneurial learning as an experiential process of learning to recognise and act on opportunities and of shared value creation”.
</description>
<dc:date>2020-11-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
