| dc.contributor.author | Gabriella, Audrey | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-20T09:04:24Z | |
| dc.date.available | 2025-11-20T09:04:24Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8654 | |
| dc.description | Waste is unusable items that are generated from large-scale industries or domestic sources. When garbage is not managed properly, it will have a negative effect, especially on the ecosystem nearby. The amount of rubbish that accumulates increases as more individuals discard their trash carelessly. One of them is textile waste, which is a growing concern given that the fast-paced evolution of fashion will urge the textile sector to manufacture more in order to satisfy consumer demand. Leather material is one of the materials that are made, both original and synthetic. This is due to the fact that more production materials are needed as a resultof the usage of leather in the manufacture of garments, shoes, and accessories. The increasing number of patchwork leather encourages the use of leather wasteto become ready to wear deluxe fashion products using woven techniques. The methods used are qualitative and quantitative methods. With primary data, a combination of qualitative and quantitative methodologies is applied. Design thinkingwill be used in this study to develop solutions to the issue of leather waste, and the study's findings will take the form of ready-to-wear, opulent clothes made using weaving processes that include leather waste. | en_US |
| dc.description.abstract | Limbah adalah bahan sisa yang berasal dari industri rumah tangga atau industri skala besar yang sudah tidak digunakan. Ketika limbah tidak dikelola dengan baik akan memberikan dampak yang negatif, terutama pada lingkungan sekitar. Semakin banyak masyarakat yang membuang limbah sembarangan, maka semakin besar penumpukan limbah terjadi. Salah satunya adalah limbah tekstil yang semakin lama semakin meresahkan, melihat perkembangan mode yang cukup pesat akan mendorong industri tekstil harus memproduksi lebih banyak agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Material kulit merupakan salah satu material yang diproduksi, baik asli maupun sintetis. Hal ini dikarenakan material kulit dapat digunakan untuk memproduksi pakaian, sepatu, hingga aksesoris sehingga sisa bahan produksi yang dihasilkan juga semakin lama semakin meningkat. Banyaknya kain perca kulit yang semakin banyak mendorong dilakukannya pemanfaatan limbah kulit menjadi produk fashion ready to wear deluxe dengan teknik anyaman. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini akan menggunakan metode perancanganuntuk menciptakan solusi dari masalah limbah kulit dan hasil penelitianini akan berupa busana ready to wear deluxe dengan teknik anyaman yang memanfaatkan limbah kulit. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Limbah Kulit | en_US |
| dc.subject | Ready To Wear Deluxe | en_US |
| dc.subject | Teknik Anyaman | en_US |
| dc.subject | Leather Waste | en_US |
| dc.subject | Woven Technique | en_US |
| dc.title | Pemanfaatan Limbah Kulit untuk Perancangan Busana Ready-To Wear-Deluxe Wanita Menggunakan Teknik Anyaman Motif Houndstooth | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90234 | |
| dc.identifier.nim | 0206061910045 | |