Show simple item record

dc.contributor.authorSumarlan, Ilmaa Wulan Ramadhani
dc.date.accessioned2025-11-24T03:40:03Z
dc.date.available2025-11-24T03:40:03Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8671
dc.descriptionIndonesian kebaya is usually related to a feminist figure, Raden Ajeng Kartini. Kebaya that were often worn by Kartini was a kebaya that is long, matched with jarik, and usually worn with a shawl. Thus, this type of kebaya then called as kebaya kartini. Even though kebaya is often recognized as Javanese women’s wear, kebaya itself varied all over Indonesia. From the type to the designs are all varied. Depends on where the kebaya is set at, the designs of the kebaya have adapted and has been mixed with the culture in that specific location where the kebaya can be accepted by the norm there. However, modernization happened. Where the culture and trends from western countries comes in and accepted by Indonesian society. Kebaya has been shifted by modernization wave that the usage of kebaya has fading away. Kebaya were a daily outfit for Indonesian women, but now kebaya has turned into something someone would wear only to a party and event. The sight of a woman who wears kebaya on daily has become something that is so odd and feels outdated. The purpose of this research is to re highlight kebaya as modern women’s daily outfit with a contemporary design. Hopefully, through this collection, we’re able to pique Indonesian women interest to wear ready to wear deluxe kebaya with free motion embroidery technique as their daily outfit and also to increase the appreciation for the country’s culture. The design uses a qualitative data collecting method by conducting a interview towards 6 experts in each of their own speciality and 12 extreme users which will be the target market of the design. The design also uses 5 stages of design thinking, empathize, define, ideate, prototype, and test. The result from this design can be used as one of the solution for the problem where the usage of kebaya as women’s daily outfit has fading away because the fabrics that has been chosen to be used in this collection are considered to be comfortable and the design of the kebaya in this collection is keeping up with the taste of today’s young women.en_US
dc.description.abstractKebaya di Indonesia identik dengan tokoh pejuang wanita, yaitu Raden Ajeng Kartini. Kebaya yang sering digunakan oleh Ibu kartini merupakan kebaya dengan model panjang, dipadukan dengan kain jarik, dan biasanya mengenakan selendang. Kebaya model seperti ini kemudian disebut sebagai kebaya kartini. Walaupun kebaya identik sebagai busana wanita Jawa, kebaya sendiri sebenarnya menyebar di seluruh Indonesia. Jenis hingga bentuk kebaya pun bervariasi. Tergantung dari daerah kebaya itu berada, kebaya sudah beradaptasi dan telah mengalami akulturasi sehingga bisa diterima oleh norma setempat. Setelah itu modernisasi pun terjadi. Di mana budaya serta tren dari negara barat masuk dan diadopsi oleh masyarakat Indonesia. Kebaya pun tergeser oleh arus modernisasi sehingga pemakaiannya kian memudar. Kebaya yang dulunya merupakan pakaian sehari-hari wanita, kini berubah menjadi busana yang digunakan sebagai pakaian pesta dan acara. Pemandangan wanita mengenakan kebaya sebagai pakaian sehari-hari menjadi tabu dan nampak ketinggalan zaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengangkat kembali kebaya sebagai pakaian sehari-hari wanita modern dengan desain yang kontemporer. Harapannya adalah melalui perancangan koleksi ini dapat menarik interest wanita Indonesia untuk kembali mengenakan kebaya yang berbasis ready to wear deluxe dengan ragam hias free motion embroidery dan meningkatkan apresiasi terhadap kebudayaan bangsa. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif engan melakukan wawancara kepada 6 experts pada bidangnya masing-masing dan 12 extreme users yang nanitnya akan menjadi target market. Perancangan ini juga menggunakan prinsip design thinking dengan tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil perancangan kebaya kontemporer ready to wear deluxe dengan teknik freemotion embroidery ini bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan memudarnya pengenaan kebaya pada kehidupan sehari-hari wanita Indonesia sebab pemilihan bahannya yang dinilai nyaman dan desainnya yang telah disesuaikan dengan selera wanita muda zaman sekarang.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectReady To Wear Deluxeen_US
dc.subjectFree Motion Embroideryen_US
dc.subjectKebayaen_US
dc.subjectKontemporeren_US
dc.subjectContemporaryen_US
dc.titlePerancangan Busana Kebaya Kontemporer Ready To Wear Deluxe dengan Teknik Freemotion Embroideryen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi90234
dc.identifier.nim0206061910012
dc.identifier.dosenpembimbingRahayu Budi
dc.identifier.dosenpembimbingSoelistyowati


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record