| dc.contributor.author | Trixie, Alicia Amaris | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-26T04:45:43Z | |
| dc.date.available | 2025-11-26T04:45:43Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8691 | |
| dc.description | The natural resources of the Sumatra island is quite large. However, several influential fields such as the small industry sector still need further attention. The lack of a sense of ownership and preservation of traditional Sumatran arts, which have so far been produced by small-scale industries, threatens the existence of ancestral cultural heritage as a community identity. In this regard, there are still many traditional Sumatran arts which are still influenced by foreign cultures such as the creation of foreign-inspired ornaments. This small industrial art should also be developed both in terms of decorative design and to become a form of modern and innovative products. It is not only culture that deserves to be preserved, but also natural resources, especially Sumatran flora, that must be given special attention to the whole community, especially the next generation of the nation. Therefore, this research was made to discuss the design of women's special occasion wear using the decoration of Sumatran orchid applied with the modernized technique of Sulam Kapalo Samek Koto Gadang. This design was carried out using a qualitative method using the Design Thinking method, with important data obtained from two groups of informants, namely the expert group and the extreme group. This design aims to produce a mini collection consisting of 5 looks for women's clothing, as well as to create a clothing brand that can educate people about culture and natural wealth in Indonesia. This research produced an embroidery design for Kapalo Samek Koto Gadang. The decorative form of this traditional embroidery is inspired by Cymbidium hartinahianum, Phalaenopsis Javanica SP. Sumatra, grammatophyllum speciosum, vanda foetida, phalaenopsis sumatrana, and Phalaenopsis amabilis. The composition and arrangement of the various embroidery designs were designed using the principles of proportion and balance to achieve a unity, the embroidered material was combined with gold metallic thread which was then applied in 3 dimensions to the basic garment, namely double crepe, tulle, and silk organza. These materials were selected in black and white shade to put a focus point on embroidery with explore color concepts based on the Key Color 23/24 WGSN trend. The selection of color combinations mostly uses the principle of analogous colors mixed and matched with complementary colors. This traditional embroidered design is highlighted through women's special occasion wear with an elegant, feminine and timeless style that uses an I silhouette with midi and evening dress lengths. The design of the RANNA s/s 23/24 collection is a solution in preserving Indonesian culture from extinction through modernization of traditional Sumatran embroidery techniques aimed at generations of people without dropping their cultural values. | en_US |
| dc.description.abstract | Sumber daya alam pulau Sumatra dapat dibilang cukup besar. Namun, beberapa bidang yang berpengaruh seperti bidang industri kecil masih perlu diperhatikan lebih lagi. Kurangnya rasa kepemilikan serta tindakan pelestarian kesenian tradisional Sumatra yang sejauh ini diproduksi oleh industri kecil mengancam eksistensi warisan budaya leluhur sebagai identitas masyarakat. Berkaitan dengan hal ini, masih banyak kesenian tradisional Sumatra yang masih terpengaruh oleh kebudayaan asing seperti penciptaan ragam hias yang terinspirasi dari luar negeri. Kesenian industri kecil ini pun sudah selayaknya dikembangkan baik dari segi desain ragam hias maupun untuk menjadi wujud produk yang modern dan inovatif. Tidak hanya kebudayaan saja yang patut dilestarikan, kekayaan alam terutama flora Sumatra pun wajib untuk diperhatikan secara khusus oleh seluruh masyarakat terutama para generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, dibuatlah penelitian ini yang membahas perancangan special occasion wear wanita menggunakan ragam hias flora anggrek Sumatra yang diaplikasikan dengan teknik Sulam Kapalo Samek Koto Gadang yang dimodernisasi. Perancangan ini dilaksanakan dengan metode kualitatif menggunakan metode Design Thinking, dengan data-data penting yang didapat dari dua kelompok narasumber, yaitu kelompok ahli dan kelompok konsumen. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan koleksi mini yang terdiri dari 5 look busana wanita, serta untuk membuat brand busana yang dapat mengedukasi masyarakat terhadap kebudayaan maupun kekayaan alam di Indonesia. Penelitian ini menghasilkan rancangan sulaman Kapalo Samek Koto Gadang. Bentuk ragam hias sulaman tradisional ini terinspirasi dari flora cymbidium hartinahianum, phalaenopsis Javanica SP. Sumatra, grammatophyllum speciosum, vanda foetida, phalaenopsis sumatrana, dan Phalaenopsis amabilis. Komposisi dan susunan ragam hias sulaman ini dirancang menggunakan prinsip proporsi dan keseimbangan untuk mencapai suatu kesatuan, material sulaman dikombinasikan dengan benang metalik emas yang kemudian diaplikasikan secara 3 dimensi pada permukaan dasar busana yaitu kain double crepe, tulle, dan silk organza yang berwarna putih dan hitam untuk menaruh titik fokus pada sulaman dengan konsep warna explore berdasarkan trend Key Color 23/24 WGSN. Pemilihan kombinasi warna sebagian besar menggunakan prinsip warna analogous yang di padu dan padankan dengan warna komplementer. Rancangan sulaman tradisional ini ditonjolkan melalui special occasion wear wanita dengan style elegan, feminin, dan timeless yang menggunakan siluet I dengan panjang busana midi dan evening. Perancangan koleksi RANNA s/s 23/24 menjadi suatu tindakan solusi dalam melestarikan kebudayaan Indonesia dari kepunahan melalui modernisasi teknik sulam tradisional Sumatra yang ditujukan pada para generasi bangsa tanpa menjatuhkan nilai kulturnya. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Sumatran Orchid | en_US |
| dc.subject | Motifs | en_US |
| dc.subject | Kapalo Samek Embroidery | en_US |
| dc.subject | Special Occasion Wear | en_US |
| dc.subject | Anggrek Sumatra | en_US |
| dc.subject | Ragam Hias | en_US |
| dc.subject | Koto Gadang | en_US |
| dc.subject | Sulam Kapalo Samek | en_US |
| dc.title | Perancangan Special Occasion Wear Wanita Menggunakan Teknik Sulam Kamalo Samek Koto Gadang dengan Ragam Hias Anggrek Sumatra | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90234 | |
| dc.identifier.nim | 0206061910029 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Enrico | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Rahayu Budhi Handayani | |