Show simple item record

dc.contributor.authorGarneta, Maria Natania Puspa
dc.date.accessioned2025-11-26T10:15:03Z
dc.date.available2025-11-26T10:15:03Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8703
dc.descriptionIndonesia is famous for its ethnic, cultural and artistic diversity. As with other weaving producing areas, the city of Kediri, East Java also has a traditional cloth, namely the Bandar Kidul tie-woven. This weaving has a quite long history and in its development experienced many ups and downs caused by crises. Some of the people of Kediri themselves are still not familiar with the existence of this woven fabric, especially the younger generation. The lack of public awareness of local products which are considered to be less modern means that the number of artisans continues to decrease, this is very unfortunate, with the quality of the weaving being quite good. In terms of philosophy, this ikat is one of the cultural products that has high potential to be developed. Local products are often considered traditional, and traditional ones are assumed to be left behind. This research focuses on diamond shaped geometric motifs with women's bag design products. This method uses qualitative methods with primary data collection techniques conducting interviews with experts and extremes, observation and analysis of secondary data using a literature studio. The design method uses design thinking. The creation of works in the form of a collection of 3 looks women's bags with an elegant and chic style that can be used on various occasions.en_US
dc.description.abstractIndonesia terkenal akan keanekaragaman suku, budaya, dan keseniannya. Seperti halnya daerah penghasil tenun lainnya, kota Kediri, Jawa Timur juga memiliki kain tradisional yaitu tenun ikat Bandar Kidul. Tenun ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan dalam perkembangannya banyak mengalami pasang-surut yang disebabkan oleh krisis. Sebagian masyarakat Kediri sendiri masih kurang mengenal adanya tenun ikat tersebut terutama para kaum generasi muda. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap produk lokal yang dinilai kurang modern ini membuat jumlah pengrajin terus berkurang, hal ini sangat disayangkan, dengan kualitas tenun yang terbilang cukup baik sisi filosofinya tenun ikat ini merupakan salah satu produk budaya yang berpotensial tinggi untuk dikembangkan. Produk lokal sering dianggap tradisional, dan yang tradisional diasumsikan tertinggal. Penelitian ini berfokus pada motif geometris berbentuk wajik dengan produk desain tas wanita. Metode ini menggunakan metode kualitatif dengan tenik pengumpulan data primer melalukan wawancara terhadap expert dan extreme, observasi dan analisa data sekunder menggunakan studio literatur. Metode perancangan menggunakan design thinking. Penciptaan karya berupa koleksi tas wanita 3 looks dengan style elegant dan chic yang dapat dipakai dalam berbagai kesempatan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectModernen_US
dc.subjectDiamond Motifsen_US
dc.subjectWeaving Bandaren_US
dc.subjectWomen's Bagsen_US
dc.subjectCity of Kedirien_US
dc.subjectmotif wajiken_US
dc.subjecttenun bandaren_US
dc.subjecttas wanitaen_US
dc.subjectkota Kedirien_US
dc.titlePerancangan Tas Wanita Aplikasi Motif Tenun Ikat Bandar Kota Kedirien_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi90234
dc.identifier.nim0206051810030
dc.identifier.dosenpembimbingSoelistyowati
dc.identifier.dosenpembimbingRahayu Budhi Handayani


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record