| dc.description.abstract | Sifilis pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di berbagai negara, termasuk negara berkembang. Meskipun tersedia terapi yang efektif dan relatif sederhana, angka kejadian sifilis kongenital justru menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Infeksi Treponema pallidum pada ibu hamil dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan maternal dan janin, mulai dari keguguran, lahir mati, prematuritas, hingga kelainan kongenital berat. Artikel ini bertujuan untuk membahas implikasi klinis sifilis pada kehamilan terhadap luaran maternal dan perinatal berdasarkan laporan kasus dan literatur terkini. Penulisan artikel menggunakan metode deskriptif berbasis laporan kasus yang dikombinasikan dengan telaah pustaka relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis, keterbatasan skrining antenatal, serta ketidakpatuhan terhadap terapi berkontribusi besar terhadap buruknya luaran kehamilan. Diagnosis sifilis pada kehamilan bergantung pada pemeriksaan serologis yang harus dilakukan secara rutin selama kehamilan. Terapi penisilin tetap menjadi standar emas dan efektif dalam mencegah transmisi vertikal bila diberikan secara adekuat dan tepat waktu. Pendekatan multidisipliner, edukasi pasien, serta penguatan program pencegahan penularan dari ibu ke anak menjadi kunci dalam menurunkan angka sifilis kongenital. Kesimpulannya, sifilis pada kehamilan memiliki implikasi klinis yang luas terhadap luaran maternal dan perinatal, sehingga diperlukan upaya komprehensif dalam deteksi dini, tata laksana, dan pencegahan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. | en_US |