| dc.contributor.author | Ray, Ray | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T05:52:17Z | |
| dc.date.available | 2026-01-30T05:52:17Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9064 | |
| dc.description | The pervasive issue of litter in coastal environments has resulted in substantial ecological ramifications. The presence of litter on beaches presents a grave peril to fragile coastal ecosystems, particularly impacting sea turtles, which have experienced a 24% decline in their nesting grounds. Sea turtles endure pollution both on land and in water, falling victim to ingesting improper food and getting entangled in fishing gear. Despite ongoing efforts to combat pollution, mechanical and manual cleaning approaches possess inherent limitations. Plastics have emerged as the dominant anthropogenic material found in the environment, whether concealed beneath sand or degraded to a degree that renders mechanical filtration ineffective and necessitates manual cleaning efforts by volunteers. The persistence of plastic remains a menacing threat to beach ecologies, demanding effective management strategies. This study introduces a novel approach to enhance the efficacy of manual cleaning methods by augmenting the detection of overlooked plastic debris through the utilization of a cutting-edge object detection algorithm. Leveraging a comprehensive plastic litter database named TACO, comprising 4200 images and 28 distinct classes, a YOLOv3 model underwent training utilizing a dataset modified with Gaussian noise injection and Wiener filter enhancement techniques. Following validation using 1704 images, the model was implemented in a Flask server for deployment on Android devices, facilitating field testing. Through rigorous validation and testing, the model demonstrated remarkable resilience and outperformed the model trained with the previous noisy injected dataset, achieving consistent mean Average Precision (mAP) of 44.1%, precision of 42.4%, recall of 58%, and f1-score of 49% during validation. Moreover, in a real beach environment, the model achieved a success rate of 68% in predicting the presence of straws, plastic bottles, and caps within a 1-meter range. | en_US |
| dc.description.abstract | Masalah sampah yang meluas di lingkungan pesisir telah mengakibatkan konsekuensi ekologis yang substansial. Keberadaan sampah di pantai menimbulkan bahaya besar bagi ekosistem pesisir yang rapuh, terutama berdampak pada penyu, yang telah mengalami penurunan 24% tempat bertelur. Penyu mengalami polusi baik di darat maupun di air, menjadi korban karena memakan makanan yang tidak layak dan terjerat dalam alat tangkap. Meskipun ada upaya yang terus dilakukan untuk memerangi polusi, pendekatan pembersihan secara mekanis dan manual memiliki keterbatasan. Plastik telah muncul sebagai bahan antropogenik dominan yang ditemukan di lingkungan, baik yang tersembunyi di bawah pasir atau terdegradasi hingga tingkat yang membuat penyaringan mekanis menjadi tidak efektif dan memerlukan upaya pembersihan manual oleh para sukarelawan. Keberadaan plastik tetap menjadi ancaman bagi ekologi pantai, sehingga menuntut strategi pengelolaan yang efektif. Studi ini memperkenalkan pendekatan baru untuk meningkatkan efektivitas metode pembersihan manual dengan meningkatkan deteksi sampah plastik yang terabaikan melalui pemanfaatan algoritme pendeteksi objek yang canggih. Dengan memanfaatkan basis data sampah plastik yang komprehensif bernama TACO, yang terdiri dari 4200 gambar dan 28 kelas yang berbeda, model YOLOv3 menjalani pelatihan dengan menggunakan set data yang dimodifikasi dengan injeksi noise Gaussian dan teknik peningkatan filter Wiener. Setelah validasi menggunakan 1704 gambar, model ini diimplementasikan dalam server Flask untuk digunakan pada perangkat Android, sehingga memudahkan pengujian lapangan. Melalui validasi dan pengujian yang ketat, model ini menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan mengungguli model yang dilatih dengan dataset yang diinjeksikan noise sebelumnya, mencapai rata-rata Average Precision (mAP) yang konsisten sebesar 44,1%, presisi 42,4%, recall 58%, dan f1- skor 49% selama validasi. Selain itu, di lingkungan pantai yang sebenarnya, model ini mencapai tingkat keberhasilan 68% dalam memprediksi keberadaan sedotan, botol plastik, dan topi dalam jarak 1 meter. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA | en_US |
| dc.subject | pantai, sampah plastik, filter Wiener, YOLO | en_US |
| dc.subject | beach, plastic litter, wiener filter, YOLO | en_US |
| dc.title | IMPLEMENTASI WIENER FILTER DAN YOLOV3 UNTUK MENDETEKSI SAMPAH PLASTIK PADA CITRA PANTAI | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 55201 | |
| dc.identifier.nim | 0706011910023 | |