Show simple item record

dc.contributor.authorAnastasha, Veronica
dc.date.accessioned2026-02-17T05:39:58Z
dc.date.available2026-02-17T05:39:58Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9173
dc.descriptionIn their daily life, humans need a place that can be used as a facility and infrastructures in carrying out their activities, this proves the importance of an architect and interior designer to design a place that can adapt to the needs of its users. Currently, many interior architecture consulting services are emerging and to be able to survive and become the better interior architecture consultant, business innovation and a strong value offering are needed. Therefore, in writing this final project, an analysis of business environment will be carried out with data collection techniques through much research to find out what the market needed and what to be done. From what we have been looking at, we can confirm that the need for commercial property is increasing. This can be an opportunity for [V]Atelier as a commercial interior architectural consultant to offer its services by offering a placemaking approach in its own commercial area. The Banyuwangi’s Batik House design itself implemented the business innovation and the value that [V]Atelier can offer as a commercial interior architecture consultant, whose designs built with a placemaking approach. The design of the Banyuwangi’s Batik House will adapt to the elements of Banyuwangi's batik culture which will be realized in a comfortable and user-friendly spatial design.en_US
dc.description.abstractDalam menjalankan kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan peranan tempat yang dapat dijadikan sebagai sarana dan pra-sarana dalam menjalankan aktivitasnya. Tentunya, hal tersebut membuktikan pentingnya peranan seorang arsitek maupun desainer interior untuk mendesain setiap tempat yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Saat ini, banyak sekali jasa konsultan arsitektur interior sejenis yang bermunculan. Untuk dapat bertahan dan menjadi konsultan arsitektur interior yang unggul, dibutuhkan adanya inovasi bisnis yang diimbangi dengan penawaran value yang kuat. Maka dari itu, pada penulisan tugas akhir ini, akan dilakukan analisa lingkungan bisnis dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan internet searching untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan pasar yang saat ini sedang terjadi. Dari analisa lingkungan bisnis yang telah dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa pada saat ini, kebutuhan akan properti komersial kian meningkat. Hal tersebut dapat menjadi peluang tersendiri bagi [V]Atelier selaku konsultan arsitektur interior komersial untuk menawarkan jasanya dengan menawarkan pendekatan placemaking pada area komersial sendiri. Proyek perancangan Rumah Batik Banyuwangi merupakan implementasi proyek dalam menggambarkan inovasi bisnis dan value [V]Atelier sendiri yang hadir sebagai konsultan arsitektur interior komersial, yang menawarkan desain dengan pendekatan placemaking. Perancangan Rumah Batik Banyuwangi akan mengadaptasi unsur kebudayaan batik Banyuwangi yang akan diwujudkan dalam desain tata ruang yang nyaman dan ramah bagi pengguna.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectArsitektur Interioren_US
dc.subjectKomersialen_US
dc.subjectPlacemakingen_US
dc.subjectRumah Batiken_US
dc.subjectTata Ruangen_US
dc.subjectInterior Architectureen_US
dc.subjectCommercialen_US
dc.subjectBatik Houseen_US
dc.subjectSpatial Planningen_US
dc.titlePerancangan Proyek Rumah Batik Banyuwangi dengan Pendalaman Placemaking oleh Konsultan Arsitektur Interior [V]Atelieren_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi23201
dc.identifier.nim0206031810010


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record