| dc.description.abstract | SURABAYA - Dahulu di kawasan kali Pegirian hingga Semampir masih berupa hutan bambu yang tidak terlalu lebat. Menurut Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika, dahulu di area Ampel yang berdekatan dengan Pegirian ada pengendapan sungai sampai ke Perak. Dulu di sekitar tempat tersebut ada hutan bambu dan juga pepohonan nipah di percabangan anak sungai.
"Dulu di sekitar Pegirian ada hutan bambu tidak terlalu lebat," kata Chrisyandi.
Rerimbunan pohon itu juga menjadi akses jalan di sisi timur. Jalan setapak pertama berada di sisi barat Kalimas yang lurus hingga ke pantai, jalan setapak kedua di sisi timur Kalimas menuju ke arah kampung Semampir dan kali Pegirian. Bersamaan dengan dibangunnya jalan akses ini, dibangun pula sebuah benteng kecil yang dinamakan Fort Kalimas atau benteng Kalimas. "Dibangun 200 meter menjorok keluar dari mulut Kalimas dari batu-batuan yang didatangkan dari Madura," paparnya.
Sejak jalan akses ini dibangun maka bermunculan pula perkampungan baru dari gubug-gubug berbentuk panggung untuk menghindari banjir. "Perahu dulu masuk melalui Pegirian lalu lewat Peneleh sampai di Jagir dan terus ke pedalaman melewati anak sungai berantas," pungkasnya. (rmt/nur) | en_US |