| dc.contributor.author | FRANSISKA, PO | |
| dc.date.accessioned | 2021-03-09T03:06:40Z | |
| dc.date.available | 2021-03-09T03:06:40Z | |
| dc.date.issued | 2010 | |
| dc.identifier.uri | http://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/3237 | |
| dc.description | Child’s world is an unlimited imagination world. Imagining things can help them to think creatively. Children’s imagination is highly developed when they’re entering the early childhood period (age three to six years old). However, the development will decline when the school period begin. In this period, children’s learning will be focused on logic thinking development. This is the reason of designing children’s furniture in fairytale theme and a plug-and-play system.
The concern of children’s creativity development becomes the background of designing the furniture. The media used for the design is the fairytale or children story and children’s furniture. Through those media, it’s highly expected that the imagination and creativity of the children can be well developed, and delivered or taught in a fun way to them. In addition, the theme selection of the fairytale or children story is one way of delivering indirect moral messages to the children. The moral message from every story can be presented to show an example of good attitude to children.
A fairytale/children story and thematic furniture is the base concept of the design. And for the application in the furniture is applied through a modular as well as a plug-and-play system. So the customer will have to assemble the modules/furniture elements first (the plug), then after the process is done the furniture can be used (the play). During the assembling process, parents can also tell their children about the story of the furniture. All of the products produced through the same process. | en_US |
| dc.description.abstract | Dunia anak merupakan dunia imajinasi tanpa batas. Berimajinasi dapat membantu anak-anak dalam berpikir kreatif. Imajinasi anak sangat berkembang ketika mereka memasuki masa awal kanak-kanak (usia tiga hingga enam tahun). Namun, daya imajinasi anak mulai menurun saat anak-anak memasuki masa sekolah. Pada masa sekolah tersebut, anak-anak cenderung lebih difokuskan pada perkembangan daya logika. Hal inilah yang menjadi dasar perancangan furnitur anak ini.
Kepedulian terhadap perkembangan kreatifitas anak tersebut yang melatarbelakangi perancangan furnitur ini. Media yang digunakan dalam perancangan ini adalah dongeng / cerita anak dan furnitur anak. Melalui media tersebut, diharapkan daya imajinasi dan kreatifitas anak dapat berkembang dengan baik, serta dapat disampaikan / diajarkan pada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, pemilihan tema dari dongeng / cerita anak merupakan salah satu jalan menyampaikan pesan moral secara tak langsung pada anak-anak. pesan moral dalam setiap cerita yang disampaikan dapat memberikan contoh sikap yang baik pada anak.
Dongeng / cerita anak dan furnitur tematik adalah konsep dasar perancangan ini. Sedangkan untuk pengaplikasiannya berupa furnitur dengan sistem modul, serta sistem plug and play. Jadi customer harus merakit modul / elemen furniturnya terlebih dahulu (sistem plug) dan baru bisa dipakai setelah proses perakitan selesai (sistem play). Selama proses perakitan, orang tua juga bisa sambil bercerita pada anak mereka. Semua produk yang dihasilkan menggunakan proses tersebut. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra Surabaya | en_US |
| dc.subject | sistem plug and play | en_US |
| dc.title | PERANCANGAN FURNITUR ANAK YANG BERTEMA DONGENG ANAK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PLUG AND PLAY | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.nidn | 0717015601 | |
| dc.identifier.kodeprodi | 23201 | |
| dc.identifier.nim | 20206012 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | FREDDY HANDOKO ISTANTO | |