Show simple item record

dc.contributor.authorSUTANTO, FELINA
dc.date.accessioned2022-01-10T07:07:41Z
dc.date.available2022-01-10T07:07:41Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/4072
dc.descriptionUNESCO has designated batik as a human heritage for non-material culture on October 2, 2009. There are at least 30 kinds of batik in Indonesia with various characteristics. One area known for its batik is the island of Madura. Generally, the typical Madurese batik motifs are plants, animals, and batik made by themselves. Madurese batik usually uses bright colors such as red, orange, dark blue, dark green, black, and white. Colors are produced from natural dyes such as jambel wood, jelawe fruit skin, noni root, and others. Madurese batik motifs include spearheads, knitting, rhombuses, and various flora and fauna. On the island of Madura, there is a fairly large and well-known batik center located in Pamekasan district. Most Pamekasan residents depend on income from making batik. In the design of this dress, we will highlight batik originating from the island of Madura. The type of batik used is written batik. For the motifs contained in the cloth, the author chose a motif that has a dominant flora motif because it is the hallmark of Madurese batik, specifically batik from Pamekasan craftsmen. The purpose of this study is to cultivate Madura batik by making cocktail dresses that can look more modern and have selling points. In addition, the design using Madura batik cloth will be developed into a fashion to be introduced to the wider Indonesian community, so that the batik center can still run and develop to be able to maintain jobs for batik craftsmen. The main material that will be used in making the fashion design is Madura batik which is then combined with other supporting materials, namely chiffon and organza. The method used in this study is a qualitative method. The primary data collection was done by interviewing 6 experts and 12 extreme users, while the secondary data collection used literature studies. In today's modern era, batik is no longer just a uniform but can also be a party dress. Therefore, the author hopes that the making of Madura batik as a party dress can be an example in the fashion industry. From the results of the fashion design, 5 looks have been made in the form of dresses using smock and beading techniques.en_US
dc.description.abstractUNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya non bendawi pada 2 Oktober 2009. Setidaknya ada 30 macam batik di Indonesia dengan beragam ciri khasnya. Salah satu daerah yang dikenal dengan batiknya adalah pulau Madura. Umumnya motif batik khas Madura adalah tumbuhan, hewan, dan bikinan pembatik sendiri. Batik Madura biasanya menggunakan warna terang seperti merah, oranye, biru tua, hijau tua, hitam, dan putih. Warna dihasilkan dari pewarna alami seperti kayu jambel, kulit buah jelawe, akar mengkudu, dan lain-lain. Motif batik Madura antara lain pucuk tombak, rajut, belah ketupat, serta aneka flora dan fauna. Di pulau madura, terdapat sentra batik yang cukup besar dan terkenal yang berlokasi di kabupaten Pamekasan. Sebagian besar warga Pamekasan bergantung pada penghasilan dari membuat batik. Dalam perancangan busana ini, akan mengangkat batik yang berasal dari pulau Madura. Jenis batik yang digunakan adalah batik tulis. Untuk motif yang terkandung dalam kain, penulis memilih motif yang mempunyai dominasi motif flora sebab itu adalah ciri khas dari batik Madura, tepatnya batik yang berasal dari pengrajin pamekasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membudidayakan batik tulis madura dengan cara membuat busana cocktail dress yang dapat terlihat lebih modern dan memiliki nilai jual. Selain itu juga perancangan dengan menggunakan kain batik madura akan dikembangkan menjadi suatu busana untuk dapat diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas, sehingga sentra batik tetap dapat berjalan dan berkembang untuk dapat mempertahankan pekerjaan bagi pengrajin batik. Material utama yang akan digunakan dalam membuat perancangan busana adalah batik tulis madura yang kemudian dikombinasikan dengan bahan pendukung lainnya yaitu kain chiffon dan organza. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara mewawancarai 6 expert dan 12 extreme users, sedangkan pengumpulan data sekunder menggunakan studi literatur. Di era modern saat ini, batik tidak lagi menjadi busana seragam saja namun dapat juga menjadi busana pesta. Oleh karena itu, penulis berharap pembuatan batik tulis madura sebagai busana pesta dapat menjadi contoh dalam industri fesyen. Dari hasil perancangan busana telah dibuat menjadi 5 looks berupa dress dengan penggunaan teknik smock dan teknik beading.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectBusana Cocktailen_US
dc.subjectBatik Maduraen_US
dc.titlePERANCANGAN BUSANA COCKTAIL MENGGUNAKAN KAIN BATIK MADURAen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nidn0721068401
dc.identifier.kodeprodi90231
dc.identifier.nim20717053
dc.identifier.dosenpembimbingMARINI YUNITA TANZIL


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record