PERANCANGAN PUSAT KREATIFITAS 'SANGGAR AKAR' di SIDOARJO
Abstract
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan primer dan mendasar bagi manusia. Pendidikan yang baik dan berkualitas akan menghasilkan keluaran siswa yang baik pula. Di samping itu, siswa perlu dibekali dengan life skill agar mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari. Salah satu sarana untuk pendidikan keterampilan ini adalah dengan pendirian tempat kursus atau keterampilan yang akan mengajarkan mereka tentang banyak hal. Di samping itu, melalui wadah ini, anak didik dapat menemukan dan mengembangkan bakat terpendamnya sehingga akan dapat bermanfaat di kemudian hari bagi anak didik yang bersangkutan.
Statistik yang ada menunjukkan fakta yang tidak baik mengenai sekolah- sekolah yang ada di daerah-daerah yang kurang mampu. Anak-anak yang lulus dari sekolah itu kurang siap untuk bersaing dengan anak-anak lain yang belajar di sekolah-sekolah yang lebih bagus. Salah satu cara yang terbukti efektif adalah membantu anak-anak itu melalui program pelajaran tambahan.
Maksud dari perancangan tersebut sebagai wadah mengembangkan potensi dari anak-anak usia dini, terutama dalam hal kreatifitas, seperti halnya kerajinan tangan, melukis, menggambar, serta menari.Yang mana perancangan fasilitas tersebut dikhususkan untuk anak-anak usia dini, yang berumur enam hingga dua belas tahun dengan golongan ekonomi menengah ke bawah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dimana data yang diperoleh melalui survei, kuesioner, dan juga metode kualitatif melalui foto, proses wawancara, eksplorasi literatur dan observasi dari sumber lainnya. Metode desain yang digunakan berupa observasi, pendefinisian permasalahan, deep research, ideation, dan pembuatan protoype tahap pertama, evaluasi, pengembangan desain, evaluasi pengembangan desain, pengembangan desain akhir.
Selain itu, karena fasilitas tersebut dirancang untuk anak dari golongan ekonomi menengah ke bawah, maka fasilitas tersebut juga memakai material yang terjangkau, dan menghadirkan bentukan perabot dan area tertentu yang fungsional. Meski menggunakan material yang terjangkau, namun tetap bisa tampil estetis dan bagus. Tampilan visual sanggar nantinya akan memiliki warna yang beranekaragam atau berwarna-warni, mulai dari bagian dinding, lantai, hingga plafon, serta untuk perabot yang akan digunakan. Hal tersebut bertujuan untuk menarik minat dan imajinasi anak-anak yang beraktifitas di dalamnya.
