Show simple item record

dc.contributor.authorSantoso, Yemima Agustina
dc.date.accessioned2024-09-10T06:38:35Z
dc.date.available2024-09-10T06:38:35Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/7644
dc.descriptionfrom the plantation of rubber tree, rubber wood is made as the primary material for RubberWood furniture. As widely known, people usually take the latex from the trunk until it needs to be regenerated since it is considered ineffective after 20 years. Most Indonesian people use the regenerated rubber wood as firewood because the rubber tree’s trunk still contain much latex which leads to the emerging of fungi and foul odor. In line with the growing technology in Indonesia, some wood factories start to take the initiative to exploit rubber wood furthermore and try to turn it into processed wood using vacuum and pressing technique. Naturally the viii LAPORAN-yemima-20206028.pdf technologies are rarely owned by wood factories, since processing rubber wood is different from any other wood processing. Rubber wood has interesting visual appearance from the wood’s fiber to its bright color which similar to ramin wood. Therefore, rubber wood will be very interesting if applied to contemporary style furnitures. If we review rubber wood from the durability and physical properties, it can be recommended as basic material to create a furniture. Dimension limitation of rubber wood can also be exposed as a uniqueness of the planned furniture. Aside from the usual characteristics, rubber wood also has a special value which make this material different from any other wood materials. For the final coating, RubberWood uses environmentally friendly coating called teak oil. This coating can also be used to increase the durability of the wood, so a periodical re-coating is needed. With the presence of rubber wood as primary material of furniture manufacturing, RubberWood expects to help alleviating the limitation of the available forest wood even though not completely so. Besides, the utilization of rubber wood which used to be a waste material is also expected to increase the value of Indonesia as an archipelago with the area of the world’s largest rubber plantation.en_US
dc.description.abstractbil dari tanaman perkebunan yaitu pohon karet, kayu karet merupakan material yang digunakan oleh RubberWood. Pohon karet yang telah berumur 20 tahun umumnya akan diregenerasi karena sudah dianggap tidak efektif dalam menghasilkan lateks. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan kayu hasil regenerasi ini sebagai kayu bakar karena batang kayu karet masih mengandung banyak getah yang menyebabkan timbulnya banyak jamur dan menimbulkan bau menyengat. Sejalan dengan perkembangan teknologi di Indonesia, beberapa perusahaan kayu mulai berinisiatif untuk memanfaatkan kayu karet dan berupaya mengolah kayu karet menjadi kayu olahan dengan teknik vakum dan tekan. Tentunya tidak semua perusahaan memiliki teknologi ini karena perlakuan terhadap kayu karet tidak sama dengan perlakuan terhadap kayu lain pada umumnya. Kayu karet memiliki tampilan visual yang menarik baik dari serat kayu maupun warna muda yang menyerupai kayu ramin. Oleh karena itu, kayu karet akan sangat menarik bila diaplikasikan pada furnitur bergaya kontemporer. Jika dilihat dari ketahanan dan sifat fisiknya, kayu karet masih dapat direkomendasikan sebagai bahan dasar pembuatan furniture . Keterbatasan dimensi yang dimiliki kayu karet juga dapat diangkat atau diekspos menjadi keunikan dari produk yang direncanakan. Selain dari karakteristik yang dimiliki, kayu karet juga memiliki value tersendiri yang menjadikan material ini berbeda dengan material kayu lainnya. Lapisan finishing yang digunakan merupakan lapisan yang ramah lingkungan, biasa disebut teak oil . Lapisan ini juga merupakan lapisan untuk perawatan kayu, oleh karena itu pemolesan secara bertahap perlu dilakukan. Dengan kehadiran material kayu karet ini sebagai bahan pembuatan furnitur, diharapkan mampu meringankan keterbatasan kayu hutan yang tersedia meskipun tidak secara menyeluruh. Selain itu, pemanfaatan material buangan ini juga diharapkan mampu mengangkat nilai - nilai Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan luas perkebunan karet terbesar di dunia.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectKayu Kareten_US
dc.subjectKayu Perkebunanen_US
dc.subjectRubber Wooden_US
dc.subjectPlantation Wooden_US
dc.titlePERANCANGAN FURNITUR SET BERBAHAN DASAR KAYU KARETen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi23201
dc.identifier.nim20206028
dc.identifier.dosenpembimbingFreddy H. Istanto


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record