| dc.contributor.author | Kimbarlina, Viky | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-21T08:25:49Z | |
| dc.date.available | 2025-11-21T08:25:49Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8664 | |
| dc.description | The hong bird pattern is a Chinese cultural pattern which is quite famous in Indonesia. However, the current millennial generation does not know the various decorations in Indonesia and does not want to study or introduce the meaning and history of these decorations. The current millennial generation prefers using foreign brands from abroad because they look more modern. In this research, developing Hong bird pattern that will applied and packaged into demi-couture dress by applying beading and embroidery. This Hong bird motif is usually found in batik and very few millennials like batik and want to carry out into more modern clothes. In Indonesia, there are many kinds of decorations that we can carry out so that we can follow the existing trends and turn it into trendy products. Demi-couture is one of the techniques often used by foreign designers and is quite famous in the fashion world. The method used is a qualitative method with design thinking stages. The result of the design is a collection of 5 dresses with demi-couture technique and applying the development of the Hong bird pattern with embroidery and beading. The development of the Hong bird pattern was developed based on the design of the dress and the large size of the pattern so it dominated the whole dress. | en_US |
| dc.description.abstract | Motif burung hong adalah motif budaya Tionghoa yang cukup terkenal di Indonesia. Namun generasi milenial sekarang tidak mengetahui ragam hias yang ada di Indonesia dan tidak mau mempelajari apalagi mengenalkan makna dan sejarah dari ragam hias tersebut. Generasi milenial saat ini lebih menyukai brand dari luar negri karena lebih terlihat modern. Pada penelitian ini mengembangkan motif burung hong yang diaplikasikan dan dikemas kedalam busana demi-couture dengan pengaplikasian beading dan embroidery. Motif burung hong ini biasanya terdapat pada batik dan generasi milenial sangat sedikit yang menyukai batik dan mau mengolahnya sebagai baju yang lebih modern. Di Indonesia ini terdapat banyak ragam hias yang bisa kita olah sehingga dapat mengikuti trend yang ada untuk menghasilkan sesuatu produk yang trendy. Demi-couture salah satunya teknik yang sering digunakan oleh para designer luar negri dan cukup terkenal di dunia fashion. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tahapan perancangan design thinking. Hasil perancangan merupakan satu koleksi dengan 5 gaun dengan teknik demi-couture dan menerapkan pengembangan motif burung Hong dengan embroidery dan beading. Pengembangan motif burung Hong dikembangkan sesuai dengan design baju dan ukuran motif yang besar hingga mendominasi keseluruhan gaun. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Demi-couture | en_US |
| dc.subject | Burung Hong | en_US |
| dc.subject | Beading | en_US |
| dc.subject | Embroidery | en_US |
| dc.subject | Budaya Tionghoa | en_US |
| dc.subject | Hong Bird | en_US |
| dc.subject | Chinese cultural | en_US |
| dc.title | Pengembangan Motif Burung Hong pada Busana Demi Couture dengan Teknik Aplikasi Beading | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90234 | |
| dc.identifier.nim | 0206061910044 | |