Pengembangan Motif Burung Hong pada Busana Demi Couture dengan Teknik Aplikasi Beading
Abstract
Motif burung hong adalah motif budaya Tionghoa yang cukup terkenal di Indonesia. Namun generasi milenial sekarang tidak mengetahui ragam hias yang ada di Indonesia dan tidak mau mempelajari apalagi mengenalkan makna dan sejarah dari ragam hias tersebut. Generasi milenial saat ini lebih menyukai brand dari luar negri karena lebih terlihat modern. Pada penelitian ini mengembangkan motif burung hong yang diaplikasikan dan dikemas kedalam busana demi-couture dengan pengaplikasian beading dan embroidery. Motif burung hong ini biasanya terdapat pada batik dan generasi milenial sangat sedikit yang menyukai batik dan mau mengolahnya sebagai baju yang lebih modern. Di Indonesia ini terdapat banyak ragam hias yang bisa kita olah sehingga dapat mengikuti trend yang ada untuk menghasilkan sesuatu produk yang trendy. Demi-couture salah satunya teknik yang sering digunakan oleh para designer luar negri dan cukup terkenal di dunia fashion. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tahapan perancangan design thinking. Hasil perancangan merupakan satu koleksi dengan 5 gaun dengan teknik demi-couture dan menerapkan pengembangan motif burung Hong dengan embroidery dan beading. Pengembangan motif burung Hong dikembangkan sesuai dengan design baju dan ukuran motif yang besar hingga mendominasi keseluruhan gaun.

