Perancangan Busana Ready-To-Wear Anak dengan Fitur Easy Accessibility dan Teknik Hand Embroidery
Abstract
Masih banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan orang lain untuk berpakaian. Hal ini membuat anak-anak menjadi kurang mandiri dan bergantung kepada orang lain. Anak-anak kesulitan mengenakan pakaiannya sendiri karena beberapa hal salah satunya adalah detail pakaian yang terlalu rumit seperti tali, kancing yang terlalu kecil, buckle yang sulit, dan sebagainya. Dengan berpakaian mandiri anak dapat mengembangkan berbagai macam keterampilan khususnya keterampilan berpakaian (dressing skills) yang dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain melatih keterampilan berpakaian, anak-anak juga dapat melatih gerakan motorik halus mereka yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat. Salah satu cara untuk menunjang kemandirian anak dalam berpakaian serta melatih keterampilan motorik halus mereka maka dibuatlah perancangan busana ready-to-wear anak perempuan dengan fitur easy accessibility untuk perkembangan motorik. Melalui pengumpulan data sekunder dan primer yang dilakukan dengan studi literatur, wawancara dengan experts dan extreme users, serta observasi terhadap anak-anak usia 3-5 tahun, hasil menyatakan bahwa berpakaian mandiri harus diajarkan sejak dini sehingga dapat melatih keterampilan motorik anak, fitur yang mudah diakses oleh anak akan membantu mereka dalam berpakaian mandiri, bahan menjadi aspek penting dalam pembuatan busana anak, minim dalam pemilihan warna karena dapat menyebabkan overstimulation, serta desain yang playful dan feminim dapat menarik perhatian konsumen. Dari data yang didapat lalu mendapatkan hasil desain busana anak perempuan dengan fitur easy accessibility meliputi zipper pull-tabs, full-length front opening, reversible garment, celana dengan karet, kancing dengan ukuran yang cukup, didukung dengan pengaplikasian 3D hand embroidery sebagai elemen pendukung desain. Hasil busana dengan desain tersebut dapat menjadi solusi untuk membantu perkembangan motorik anak.

