Perancangan Special Occasion Wear dengan Pengembangan Motif Shio Cina Menggunakan Teknik Hands Free Embrodiery
Abstract
Budaya yang salah satu paling populer dan memiliki banyak sekali peran penting di Indonesia adalah Budaya Tionghoa. Nenek moyang etnik Tionghoa Indonesia berasal dari dataran Tiongkok khususnya dari daerah Guangdong, Hokkian, dan Hainan yang kemudian menetap di Indonesia dan menikah dengan penduduk setempat. Motif yang digunakan dalam penelitian ini adalah motif yang terinspirasi dari filosofi Shio Cina yang mana merupakan salah satu kepercayaan bagi masyarakat Tionghoa hingga masa kini. Shio merupakan simbol binatang Tiongkok yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kepribadian, kesehatan, karier, asmara, dan pergaulan seseorang. Dua symbol Shio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Macan dan Naga yang mana memiliki filosofi yaitu Maskulin, rajin, berkerja keras, Serius dan teliti, Jujur dan penyayang. Shio yang merupakan kepercayaan masyarakat etnis Tionghoa yang telah dipercaya secara turun temurun hingga sekarang, tetapi sayangnya juga kebudayaan Tionghoa juga mulai memudar dan mulai tidak dianggap oleh masyrakat terutama anak muda. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang evening wear wanita dengan shio Cina dan yang terinspirasi dari kebudayaan Tionghoa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana metode ini dilakukan dengan cara mewawancara 6 experts dan 12 extreme users. Metode yang digunakan dalam melakukan perancangan adalah metode Design Thinking. Dari penelitian ini menghasilkan baju evening wear Ready-to-wear deluxe dengan menonjolkan nuansa elemen tionghoa yaitu shio cina dengan menggunakan teknik bordir, yang dalam perancangannya juga menerapkan prinsip desain emphasis, harmoni, dan keseimbangan. Hasil perancangan ini dapat digunakan oleh wanita dengan umur 25-35, ekonomi menengah keatas, dan suka menghadiri acara formal.
