| dc.contributor.author | Sugiarto, Diana Catarina | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-26T05:10:08Z | |
| dc.date.available | 2025-11-26T05:10:08Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8693 | |
| dc.description | The phenomenon of globalization has had many major influences on the world order, one of which is in Indonesia. Along with the development of the times and the influx of foreign cultures, Indonesian culture began to be abandoned, even the tradition of telling folk stories was also increasingly rare. This makes folklore increasingly forgotten and replaced by modern stories or novels. Therefore, young adults who will become future educators for the next generation need to raise awareness and concern for the importance of preserving folklore, which besides having many values and moral messages is also useful for building the character of Indonesian youth. Against this background, there is an opportunity to revive Indonesian folklore by implementing glocalization where Indonesian folklore will be applied in fashion product collections. The design of this collection raises the folklore of Centipede Lake from East Kalimantan which is explored and visualized in the form of simplistic visual motifs. The purpose of this design is to design a unisex fashion by applying the motif of the Centipede Lake folklore using embroidery techniques. The research method used is qualitative which was obtained from the results of interviews with 6 experts and 12 extreme users. The design method used is design thinking and the design principles applied are harmony, balance, proportion, unity and contrast. The resulting design is a collection of 5 unisex fashion product looks by applying the visual motifs of the Centipede Lake folklore in the collection clothing with embroidery techniques and a combination of blue, beige, brown and black material colors. The visual motifs of the Centipede Lake folklore describe the climactic moment and the most interesting incident which is the reason behind the name of the Centipede Lake folklore. The ultimate goal of this design is to revive, introduce and preserve the folklore of the Centipede Lake from East Kalimantan and the conclusions of the results of this design are able to answer the background raised. Supported by the statements of the informants that the concept is able to answer the problems raised, the application of embroidery techniques is able to give texture and added value to clothing, the use of contrasting colors between motifs and materials and placing large motifs puts pressure so that motifs appear and make them the center of attention. The simple motif illustrations make it elegant, modern and able to convey the folklore of Centipede Lake. | en_US |
| dc.description.abstract | Fenomena globalisasi banyak membawa pengaruh besar bagi tatanan dunia salah satunya di negara Indonesia. Seiring perkembangan jaman dan masuknya budaya luar membuat budaya Indonesia mulai ditinggalkan bahkan tradisi mendongengkan cerita rakyat juga semakin jarang dilakukan. Hal ini membuat cerita rakyat semakin dilupakan dan digantikan oleh cerita modern atau novel. Maka dari itu para dewasa muda yang akan menjadi calon pendidik generasi penerus dimasa depannya perlu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kembali akan pentingnya pelestarian cerita rakyat yang juga selain memiliki banyak nilai dan pesan moral juga berguna untuk membangun karakter pemuda Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, terdapat peluang untuk mengangkat kembali cerita rakyat Indonesia dengan menerapkan glokalisasi dimana cerita rakyat Indonesia akan diterapkan dalam koleksi produk fashion. Perancangan koleksi ini mengangkat cerita rakyat Danau Lipan dari Kalimantan Timur yang dieksplorasi dan divisualisasikan dalam bentuk motif visual yang simplistik. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang unisex fashion melalui pengaplikasian motif cerita rakyat Danau Lipan dengan menggunakan teknik embroidery. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap 6 experts dan 12 extreme users. Metode perancangan yang digunakan adalah design thinking dan prinsip desain yang diterapkan berupa keserasian, keseimbangan, proporsi, kesatuan, dan kontras. Rancangan yang dihasilkan berupa koleksi 5 look produk unisex fashion dengan mengaplikasikan motif visual cerita rakyat Danau Lipan dalam busana koleksi dengan teknik embroidery dan perpaduan warna material biru, krem, coklat, dan hitam. Motif visual dari cerita rakyat Danau Lipan menggambarkan momen klimaks dan kejadian paling menarik yang menjadi alasan dibalik nama cerita rakyat Danau Lipan. Tujuan akhir dari perancangan ini adalah untuk mengangkat kembali, memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat Danau Lipan dari Kalimantan Timur dan kesimpulan hasil dari perancangan ini mampu menjawab latar belakang yang diangkat. Didukung oleh pernyataan narasumber bahwa konsep mampu menjawab pemasalahan yang diangkat, pengaplikasian teknik embroidery mampu memberi tekstur serta nilai tambah busana, penggunaan warna yang kontras antara motif dan material serta peletakan motif yang besar memberi tekanan sehingga motif muncul dan menjadikannya sebagai pusat perhatian. Ilustrasi motif yang simple menjadikannya elegan, modern, dan mampu menyampaikan cerita rakyat Danau Lipan. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Embroidery Techniques | en_US |
| dc.subject | Centipede Lake Folklore | en_US |
| dc.subject | Teknik Embroidery | en_US |
| dc.subject | Cerita Rakyat Danau Lipan | en_US |
| dc.subject | Unisex Fashion | en_US |
| dc.title | Perancangan Unisex Fashion melalui Pengaplikasian Motif Cerita Rakyat Danau Lipan Kalimantan Timur dengan Menggunakan Teknik Embroidery | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90234 | |
| dc.identifier.nim | 0206061910010 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Olivia Gondoputranto | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Dewa Made Weda Githapradana | |