Perancangan Unisex Fashion melalui Pengaplikasian Motif Cerita Rakyat Danau Lipan Kalimantan Timur dengan Menggunakan Teknik Embroidery
Abstract
Fenomena globalisasi banyak membawa pengaruh besar bagi tatanan dunia salah satunya di negara Indonesia. Seiring perkembangan jaman dan masuknya budaya luar membuat budaya Indonesia mulai ditinggalkan bahkan tradisi mendongengkan cerita rakyat juga semakin jarang dilakukan. Hal ini membuat cerita rakyat semakin dilupakan dan digantikan oleh cerita modern atau novel. Maka dari itu para dewasa muda yang akan menjadi calon pendidik generasi penerus dimasa depannya perlu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kembali akan pentingnya pelestarian cerita rakyat yang juga selain memiliki banyak nilai dan pesan moral juga berguna untuk membangun karakter pemuda Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, terdapat peluang untuk mengangkat kembali cerita rakyat Indonesia dengan menerapkan glokalisasi dimana cerita rakyat Indonesia akan diterapkan dalam koleksi produk fashion. Perancangan koleksi ini mengangkat cerita rakyat Danau Lipan dari Kalimantan Timur yang dieksplorasi dan divisualisasikan dalam bentuk motif visual yang simplistik. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang unisex fashion melalui pengaplikasian motif cerita rakyat Danau Lipan dengan menggunakan teknik embroidery. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap 6 experts dan 12 extreme users. Metode perancangan yang digunakan adalah design thinking dan prinsip desain yang diterapkan berupa keserasian, keseimbangan, proporsi, kesatuan, dan kontras. Rancangan yang dihasilkan berupa koleksi 5 look produk unisex fashion dengan mengaplikasikan motif visual cerita rakyat Danau Lipan dalam busana koleksi dengan teknik embroidery dan perpaduan warna material biru, krem, coklat, dan hitam. Motif visual dari cerita rakyat Danau Lipan menggambarkan momen klimaks dan kejadian paling menarik yang menjadi alasan dibalik nama cerita rakyat Danau Lipan. Tujuan akhir dari perancangan ini adalah untuk mengangkat kembali, memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat Danau Lipan dari Kalimantan Timur dan kesimpulan hasil dari perancangan ini mampu menjawab latar belakang yang diangkat. Didukung oleh pernyataan narasumber bahwa konsep mampu menjawab pemasalahan yang diangkat, pengaplikasian teknik embroidery mampu memberi tekstur serta nilai tambah busana, penggunaan warna yang kontras antara motif dan material serta peletakan motif yang besar memberi tekanan sehingga motif muncul dan menjadikannya sebagai pusat perhatian. Ilustrasi motif yang simple menjadikannya elegan, modern, dan mampu menyampaikan cerita rakyat Danau Lipan.

