| dc.contributor.author | Sidarsono, Lauren Veronica | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-26T05:50:53Z | |
| dc.date.available | 2025-11-26T05:50:53Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8696 | |
| dc.description | This research is motivated by the rise of culture in interpreting biological differences into a set of social demands regarding decency in behaviour, ways of dressing, as well as rights, resources, and power, making many cultural works of art limited to be enjoyed or used by a certain gender and sex. This led to the emergence of the gender neutrality movement in establishing unisex clothing as one of the measures to prevent sex discrimination and stereotyped behaviour. Reflection of gender equality can be found in culture through one of the elements of traditionalism in Toraja architecture which depicts the affirmation, articulation and negotiation of various identities and hierarchical relationships. This design was carried out using a qualitative method inspired by the design thinking model, where the resource persons were later grouped into expert groups and consumer groups. The solution offered is the design of unisex clothing with the development of Toraja Peranakan motifs using Sulam Karawo techniques with more flexible styles and interactions to meet consumer desires and lifestyles that have shifted to gender inclusiveness. Data were collected by using questionnaires and interviews. Qualitative analysis is taken from the interpretation of the data by providing information and explanations. The results of the research show that all the products produced are suitable to be implemented as a solution to the focus of existing problems, both in terms of design, implementation of motifs, and the use of colour palettes that have succeeded in presenting superior and commercial products. | en_US |
| dc.description.abstract | Penilitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kebudayaan menafsirkan perbedaan biologis menjadi seperangkat tuntutan sosial tentang kepantasan dalam berperilaku, berpakaian, serta hak-hak, sumber daya, dan kuasa, membuat banyaknya kebudayaan karya seni yang terbatasi untuk dinikmati atau dipakai oleh suatu gender dan jenis kelamin tertentu. Hal ini membuat munculnya pergerakan netralitas gender dalam membentuk pakaian unisex sebagai salah satu tindakan untuk mencegah diskriminasi jenis kelamin dan perilaku stereotip. Pencerminan kesetaraan gender dapat ditemui dalam kebudayaan melalui salah satu unsur tradisionalisme dalam arsitektur Toraja yang menggambarkan penegasan, artikulasi, dan negosiasi berbagai identitas dan hubungan hierarkis. Perancangan ini dilakukan dengan metode kualitatif terinspirasi dari model design thinking, dimana narasumber nantinya dikelompokkan menjadi kelompok ahli dan kelompok konsumen. Solusi yang ditawarkan adalah perancangan busana unisex dengan pengembangan motif peranakan Toraja menggunakan teknik Sulam Karawo dengan gaya dan interaksi yang lebih fleksibel untuk memenuhi keinginan dan gaya hidup konsumer yang telah bergeser pada inklusifitas gender. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner dan wawancara. Analisis kualitatif diambil dari interpretasi data dengan memberikan keterangan dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan produk yang dihasilkan sudah sesuai untuk diimplementasikan sebagai solusi dari fokus permasalahan yang ada, baik dari segi desain, implementasi motif, hingga penggunaan palet warna sudah berhasil mempresentasikan produk yang unggul dan komersial. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Karawo embroidery | en_US |
| dc.subject | Toraja motifs | en_US |
| dc.subject | culture | en_US |
| dc.subject | sulam karawo | en_US |
| dc.subject | motif toraja | en_US |
| dc.subject | budaya | en_US |
| dc.subject | unisex | en_US |
| dc.subject | gender | en_US |
| dc.title | Perancangan Busana Unisex dengan Pengembangan Motif Peranakan Toraja Menggunakan Teknik Sulam Karawo | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90234 | |
| dc.identifier.nim | 0206061910005 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Olivia Gondoputranto | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Dewa Made Weda Githapradana | |