Perancangan Busana Unisex dengan Pengembangan Motif Peranakan Toraja Menggunakan Teknik Sulam Karawo
Abstract
Penilitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kebudayaan menafsirkan perbedaan biologis menjadi seperangkat tuntutan sosial tentang kepantasan dalam berperilaku, berpakaian, serta hak-hak, sumber daya, dan kuasa, membuat banyaknya kebudayaan karya seni yang terbatasi untuk dinikmati atau dipakai oleh suatu gender dan jenis kelamin tertentu. Hal ini membuat munculnya pergerakan netralitas gender dalam membentuk pakaian unisex sebagai salah satu tindakan untuk mencegah diskriminasi jenis kelamin dan perilaku stereotip. Pencerminan kesetaraan gender dapat ditemui dalam kebudayaan melalui salah satu unsur tradisionalisme dalam arsitektur Toraja yang menggambarkan penegasan, artikulasi, dan negosiasi berbagai identitas dan hubungan hierarkis. Perancangan ini dilakukan dengan metode kualitatif terinspirasi dari model design thinking, dimana narasumber nantinya dikelompokkan menjadi kelompok ahli dan kelompok konsumen. Solusi yang ditawarkan adalah perancangan busana unisex dengan pengembangan motif peranakan Toraja menggunakan teknik Sulam Karawo dengan gaya dan interaksi yang lebih fleksibel untuk memenuhi keinginan dan gaya hidup konsumer yang telah bergeser pada inklusifitas gender. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner dan wawancara. Analisis kualitatif diambil dari interpretasi data dengan memberikan keterangan dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan produk yang dihasilkan sudah sesuai untuk diimplementasikan sebagai solusi dari fokus permasalahan yang ada, baik dari segi desain, implementasi motif, hingga penggunaan palet warna sudah berhasil mempresentasikan produk yang unggul dan komersial.

