Show simple item record

dc.contributor.authorHiu, Sinta Camelia Wibowo
dc.date.accessioned2025-12-06T08:01:29Z
dc.date.available2025-12-06T08:01:29Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8731
dc.descriptionThe decline in the younger generation's interest in Indonesian culture, especially batik, is influenced by one of the factors, namely the development of technology which makes people able to easily access foreign cultures that are considered more interesting, new, and also varied than their own culture. In fact, due to the development of the era, technology can be utilized as a tool / intermediary to support the preservation of batik culture. One of the batik in Indonesia is Jlamprang batik from Pekalongan, which is famous for its motifs consisting of repetitive geometric shapes. Usually, Jlamprang batik consists of an overall round shape with a proportional location. Because the shape tends to be the same from time to time, this design makes a collection design that will create a development of the Jlamprang batik so that it changes the location and proportion of the Jlamprang batik geometric without changing the meaning contained in it. In addition, this research will use lasercut technique to elevate the Jlamprang batik motif. This collection is a ready to wear deluxe which is a clothing that cannot be mass produced, but has neater stitching and finishing and a more complicated process than ordinary ready to wear clothing. This design was carried out with a qualitative method taken from the Design Thinking method, where the existing sources were grouped into two, namely the expert group and the consumer group. The goal of this design is to produce a collection of clothes that keep up with the times that include essential pieces, and care for the comfort of the users. In addition, this design is made to invite the younger generation to better maintain and preserve batik culture. The results of this research show that technology through lasercut can be used as a tool to raise local wisdom by being applied using batik motifs, for example, like this collection, which uses Jlamprang batik motifs.en_US
dc.description.abstractMenurunnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia terutama batik dipengaruhi oleh salah satu faktornya yaitu adanya perkembangan teknologi yang membuat masyarakat dapat dengan mudah mengakses budaya asing yang dirasa lebih menarik, merupakan hal baru, dan juga bervariasi daripada budaya sendiri. Padahal, karena adanya perkembangan jaman, bisa memanfaatkan teknologi sebagai alat/perantara untuk mendukung pelestarian budaya batik. Salah satu batik yang ada di Indonesia adalah batik Jlamprang dari Pekalongan terkenal dengan motifnya yang terdiri dari bentuk geometris yang direpetisi. Biasanya, batik Jlamprang terdiri dari bentuk bulat yang menyeluruh dengan letak yang proporsional. Karena bentuknya yang cenderung sama dari zaman ke zaman, perancangan ini membuat desain koleksi yang akan menciptakan pengembangan dari batik Jlamprang tersebut sehingga merubah letak dan proporsi dari geometris batik Jlamprang tanpa merubah arti yang terkandung di dalamnya. Selain itu, penelitian ini akan menggunakan teknik lasercut untuk mengangkat motif batik Jlamprang tersebut. Koleksi ini merupakan ready to wear deluxe yang dimana merupakan buasana yang tidak dapat diproduksi secara masal, tetapi memiliki jahitan dan finishing yang lebih rapi dan proses yang lebih rumit daripada busana ready to wear biasa. Perancangan ini dilakukan dengan metode kualitatif yang diambil dari metode Design Thinking, dimana narasumber yang ada dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok ahli serta kelompok konsumen. Tujuan yang ingin dicapai dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah koleksi pakaian dengan tetap mengikuti perkembangan jaman yang meliputi essential pieces, dan memperdulikan kenyamanan para pengguna. Selain itu, perancangan ini dibuat untuk mengajak para generasi muda untuk lebih menjaga dan melestarikan budaya batik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi melalui lasercut dapat digunakan sebagai alat untuk mengangkat kearifan lokal dengan diaplikasikan menggunakan motif batik contohnya seperti koleksi ini yaitu menggunakan motif batik Jlamprang.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectjlamprang patternen_US
dc.subjectlasercut + fashionen_US
dc.subjectmotif batik jlamprangen_US
dc.subjectready to wear deluxeen_US
dc.titlePerancangan Busana Ready to Wear Deluxe Pengembangan Motif Batik Jlamprang Pekalongan dengan Menggunakan Teknik Laser Cuten_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi90241
dc.identifier.nim0206051810037
dc.identifier.dosenpembimbingOlivia Gondoputranto
dc.identifier.dosenpembimbingYoanita Kartika Sari Tahalele


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record