Perancangan Busana Ready to Wear Deluxe Pengembangan Motif Batik Jlamprang Pekalongan dengan Menggunakan Teknik Laser Cut
Abstract
Menurunnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia terutama batik dipengaruhi oleh salah satu faktornya yaitu adanya perkembangan teknologi yang membuat masyarakat dapat dengan mudah mengakses budaya asing yang dirasa lebih menarik, merupakan hal baru, dan juga bervariasi daripada budaya sendiri. Padahal, karena adanya perkembangan jaman, bisa memanfaatkan teknologi sebagai alat/perantara untuk mendukung pelestarian budaya batik. Salah satu batik yang ada di Indonesia adalah batik Jlamprang dari Pekalongan terkenal dengan motifnya yang terdiri dari bentuk geometris yang direpetisi. Biasanya, batik Jlamprang terdiri dari bentuk bulat yang menyeluruh dengan letak yang proporsional. Karena bentuknya yang cenderung sama dari zaman ke zaman, perancangan ini membuat desain koleksi yang akan menciptakan pengembangan dari batik Jlamprang tersebut sehingga merubah letak dan proporsi dari geometris batik Jlamprang tanpa merubah arti yang terkandung di dalamnya. Selain itu, penelitian ini akan menggunakan teknik lasercut untuk mengangkat motif batik Jlamprang tersebut. Koleksi ini merupakan ready to wear deluxe yang dimana merupakan buasana yang tidak dapat diproduksi secara masal, tetapi memiliki jahitan dan finishing yang lebih rapi dan proses yang lebih rumit daripada busana ready to wear biasa. Perancangan ini dilakukan dengan metode kualitatif yang diambil dari metode Design Thinking, dimana narasumber yang ada dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok ahli serta kelompok konsumen. Tujuan yang ingin dicapai dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah koleksi pakaian dengan tetap mengikuti perkembangan jaman yang meliputi essential pieces, dan memperdulikan kenyamanan para pengguna. Selain itu, perancangan ini dibuat untuk mengajak para generasi muda untuk lebih menjaga dan melestarikan budaya batik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi melalui lasercut dapat digunakan sebagai alat untuk mengangkat kearifan lokal dengan diaplikasikan menggunakan motif batik contohnya seperti koleksi ini yaitu menggunakan motif batik Jlamprang.

