Perancangan Mixed Material Bag dengan Menerapkan Pengembangan Motif Batik Semanggi
Abstract
Keanekaragaman budaya di Indonesia sangat melimpah, salah satu budayanya yang mendunia adalah batik. Batik telah diakui sebagai budaya milik Indonesia oleh UNESCO sejak tahun 2009. Hadirnya pandemi COVID-19 menyebabkan industri batik mengalami kemorosotan hingga 75%. Salah satu batik yang terkena dampaknya adalah Batik Semanggi asal Surabaya. Batik Semanggi memiliki makna semangat tinggi, dengan ciri khas penggunaan gambar semanggi pada setiap produk batiknya. Motif batik yang kurang menarik serta produk yang sudah umum seperti kain batik, seragam dan masker semakin meningkatkan kesulitan yang dihadapi oleh para pengrajin Batik Semanggi dalam menghadapi persaingan di tengah pandemi. Oleh karena itu perancangan ini dibuat dengan mengembangkan motif Batik Semanggi yang dibuat dengan teknik batik tulis di atas material baru yaitu kain denim. Pengembangan motif batik Semanggi terletak pada bentuk kembang semanggi yang beragam mulai dari kuntum bunga semanggi, kembang semanggi terbuka dan kembang semanggi tertutup. Batik yang dikembangkan kemudian dijadikan sebagai produk fesyen berupa mixed material bag modern yang telah disesuaikan dengan tren fesyen aksesoris 2021/2022 untuk menjangkau target konsumen yang lebih luas, khususnya wanita berusia 21–35 tahun dengan status sosial menengah ke atas yang memiliki ketertarikan dengan fesyen dan seni. Perancangan ini menggunakan metode penelitian design thinking dengan tahapan berupa emphatize, define, ideate, prototype dan test. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif, melalui wawancara terhadap 6 expertise, 6 extreme user, 100 potential target market dan studi literatur dari buku, jurnal dan artikel. Tujuan dari perancangan adalah untuk menciptakan tas batik modern yang dapat membantu mempopulerkan para pengrajin batik Semanggi.

