| dc.contributor.author | Soendoro, Akhsa | |
| dc.date.accessioned | 2025-12-08T05:25:20Z | |
| dc.date.available | 2025-12-08T05:25:20Z | |
| dc.date.issued | 2021 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8753 | |
| dc.description | Socialite women are obsessed with attractive looking of glamorous clothes without considering the impact of consumptive behavior to follow trends and its influences in big cities which would result in negativity or values in the form of hedonism. Socialites are typically described with luxury and glamour, they normally spend significantly for their events, such as for the Socialites’ social gathering parties, these are the outcome of a number of surveys conducted previously. It can also affect a person to become a victim of the fashion. Fashion victims are those who always follow the current world fashion trends by constantly buying new clothes with the same style but different models without considering whether the clothes will be used and useful in any kind of event and situation. In addition to taking up a lot of space to store the clothes, their consumptive behavior is also followed by a hedonistic lifestyle. Excessive consumptive behavior will result in negativity, namely extravagance, social gap, and will bring up unproductive people, in the sense that unproductive to earn income but only consumptively use and spend.
With the newly concept of fashion design that will be made, ‘multiways evening wear’, the Socialites should be able to manage costs or minimize spending on their clothes and can even minimize time for shopping in the midst of the density of activities and events they are involved with, given this fashion concept can be modify up-to three display looks at once, only by removing certain parts (detachable), to be able to match their needs and mood. This design is carried out using qualitative and quantitative methods taken from the Design Thinking model, which collecting primary and secondary data by interviewing experts and extreme users, as well as conducting a survey of 100 prospective respondents according to the target market. The purpose of this design is to produce a collection of night wear with detachable techniques that can save expenses, minimize spending on clothes and also minimizing time for shopping in the midst of the crowds of activities and events they are involved as a socialite woman. | en_US |
| dc.description.abstract | Para wanita sosialita terobsesi untuk selalu berpenampilan menarik dengan busana glamour tanpa memikirkan dampak perilaku konsumtif yang dilakukannya demi mengikuti tren dan para influencer di perkotaan besar yang akan mengakibatkan hal atau nilai negatif berupa sifat hedonisme. Kaum sosialita yang selalu digambarkan dengan kemewahan dan keglamorannya, seperti beberapa survey yang telah dibuktikan pada tingkat pengeluaran mereka yang terhitung tinggi dengan adanya acara seperti pesta arisan. Hal ini juga dapat menyebabkan seseorang menjadi korban mode. Korban mode adalah mereka yang selalu mengikuti tren fashion dunia pada saat ini dengan terus-menerus membeli pakaian baru dengan style yang sama tetapi model yang berbeda tanpa memikirkan apakah baju tersebut akan terpakai dan berguna disetiap acara dan situasi. Selain memakan banyak tempat untuk menyimpannya, perilaku mereka yang konsumtif ini kemudian dikaitkan juga dengan pola hidup hedonisme.Berperilaku konsumtif yang berlebihan akan mengakibatkan hal negatif yaitu sifat boros, kesenjangan atau ketimpangan sosial, dan akan memunculkan orang-orang yang tidak produktif, dalam arti tidak dapat menghasilkan uang melainkan hanya memakai dan membelanjakan.
Dengan konsep desain busana yang akan dibuat yaitu evening wear multi-ways, maka mereka akan lebih bisa meng-handle dan menghemat biaya pengeluaran atau meminimalisir uang belanja untuk pakaian mereka, bahkan dapat membantu penghematan waktu untuk berbelanja ditengah kepadatan aktivitas dan acara-acara yang mereka hadiri tersebut, karena konsep busana ini dapat digunakan sebagai 3 model tampilan sekaligus hanya dengan cara melepas pasangnya dibagian-bagian tertentu (detachable) untuk dapat menyesuaikan kebutuhan dan mood mereka. Perancangan ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif yang diambil dari model Design Thinking, yaitu melalui pengumpulan data primer dan sekunder dengan dilakukannya wawancara terhadap para experts dan extreme users, serta melakukan survey terhadap 100 potensial responden sesuai target market. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghasilkan koleksi pakaian evening wear dengan teknik detachable yang dapat menghemat biaya pengeluaran, meminimalisir uang belanja untuk pakaian mereka dan juga membantu penghematan waktu untuk berbelanja ditengah kepadatan aktivitas dan acara-acara yang mereka hadiri sebagai seorang wanita sosialita. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Teknik Detachable | en_US |
| dc.subject | Busana Multiway | en_US |
| dc.subject | Busana Malam | en_US |
| dc.subject | Detachable Technique | en_US |
| dc.subject | Multiway Clothing | en_US |
| dc.subject | Evening Wear | en_US |
| dc.title | Perancangan Multiway Evening Wear dengan Aplikasi Teknik Detachable | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 90241 | |
| dc.identifier.nim | 20716045 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Marini Yunita Tanzil | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Enrico | |