| dc.contributor.author | Sutanto, Shiela | |
| dc.date.accessioned | 2025-12-30T12:30:23Z | |
| dc.date.available | 2025-12-30T12:30:23Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8903 | |
| dc.description | The rise of online shopping, which has dominated the retail market since the COVID-19 pandemic, has made offline stores less desirable. Apart from having the same function, which is to accommodate buying and selling activities, online shopping is superior with features that are more practical and efficient. Therefore, it is important for offline stores to be able to provide different features from online shopping.
With the increasing number of new businesses emerging in Indonesia, creating an environment with a high level of competitiveness. Store owners will compete with each other to be able to reach their target market and prevent consumers from switching to competitors' stores. Therefore, it is necessary to optimize the attractiveness of offline stores that can be provided in terms of visual merchandising and in-store experience.
Visual merchandising and in-store experience will be applied to the interior architectural design of Platinum Audio's Audio Experience Center in Surabaya, Indonesia. This business offers services and products related to high-end audio and electronic devices such as computers, laptops and others. With its decreasing market size, the concept of a traditional retail store should shift into a more impressive experience that would make an impact to each visitor. This experience center will be designed with a design and behavior approach to maximize visual merchandising and in-store experience. Furthermore, the design is expected to be able to push the message and brand image on the architectural elements of the interior. | en_US |
| dc.description.abstract | Maraknya online shopping yang telah mendominasi pasar retail sejak pandemi COVID-19 membuat toko offline kurang diminati. Selain memiliki fungsi yang sama, yaitu mengakomodasi aktivitas jual beli, online shopping lebih unggul dengan fitur yang lebih praktis dan efisien. Maka itu, penting bagi toko offline untuk dapat memberi fitur yang berbeda dari online shopping.
Dengan meningkatnya usaha-usaha baru yang bermunculan di Indonesia, membuat lingkungan dengan tingkat saing yang tinggi. Pemilik toko akan saling berlomba untuk dapat menjangkau target pasar mereka dan mencegah konsumen untuk berpindah pada toko kompetitor. Maka itu, diperlukan untuk mengoptimalkan daya tarik toko offline yang dapat diberi dari segi visual merchandising dan in-store experience.
Visual merchandising dan in-store experience akan diterapkan pada perancangan arsitektur interior Audio Experience Center milik Platinum Audio di kota Surabaya, Indonesia. Usaha ini menawarkan layanan jasa dan produk yang berkaitan dengan high-end audio dan perangkat elektronik seperti komputer, laptop dan lain-lainnya. Dengan pasar yang bertambah kecil, maka konsep jual beli pada toko harus diubah menjadi sebuah experience yang dapat meninggalkan kesan yang impresif bagi pengunjung. Maka itu, toko ini akan dirancang dengan pendekatan design and behaviour untuk memaksimalkan visual merchandising dan in-store experience yang dimiliki. Terlebih lagi, perancangan diharapkan untuk dapat mendorong pesan dan citra dari brand image pada elemen arsitektur interior toko. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | In-store experience | en_US |
| dc.subject | Toko Offline | en_US |
| dc.subject | Design and Behaviour | en_US |
| dc.subject | Interior Architecture | en_US |
| dc.subject | Audio Experience Center | en_US |
| dc.subject | Offline Store | en_US |
| dc.title | Perancangan Proyek Audio Experience Center dengan Pendekatan Design and Behaviour oleh Konsultan Arsitektur Interior Setudio Tuju | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 23201 | |
| dc.identifier.nim | 0206031910045 | |