Perancangan Proyek Audio Experience Center dengan Pendekatan Design and Behaviour oleh Konsultan Arsitektur Interior Setudio Tuju
Abstract
Maraknya online shopping yang telah mendominasi pasar retail sejak pandemi COVID-19 membuat toko offline kurang diminati. Selain memiliki fungsi yang sama, yaitu mengakomodasi aktivitas jual beli, online shopping lebih unggul dengan fitur yang lebih praktis dan efisien. Maka itu, penting bagi toko offline untuk dapat memberi fitur yang berbeda dari online shopping.
Dengan meningkatnya usaha-usaha baru yang bermunculan di Indonesia, membuat lingkungan dengan tingkat saing yang tinggi. Pemilik toko akan saling berlomba untuk dapat menjangkau target pasar mereka dan mencegah konsumen untuk berpindah pada toko kompetitor. Maka itu, diperlukan untuk mengoptimalkan daya tarik toko offline yang dapat diberi dari segi visual merchandising dan in-store experience.
Visual merchandising dan in-store experience akan diterapkan pada perancangan arsitektur interior Audio Experience Center milik Platinum Audio di kota Surabaya, Indonesia. Usaha ini menawarkan layanan jasa dan produk yang berkaitan dengan high-end audio dan perangkat elektronik seperti komputer, laptop dan lain-lainnya. Dengan pasar yang bertambah kecil, maka konsep jual beli pada toko harus diubah menjadi sebuah experience yang dapat meninggalkan kesan yang impresif bagi pengunjung. Maka itu, toko ini akan dirancang dengan pendekatan design and behaviour untuk memaksimalkan visual merchandising dan in-store experience yang dimiliki. Terlebih lagi, perancangan diharapkan untuk dapat mendorong pesan dan citra dari brand image pada elemen arsitektur interior toko.

