Show simple item record

dc.contributor.authorGuntur, Gilbert Louis
dc.date.accessioned2025-12-31T15:09:02Z
dc.date.available2025-12-31T15:09:02Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8933
dc.descriptionThe cafe business in Surabaya is increasing, it was approved from some research that there are new cafes which increased by 16% to 18% in a year. But there are still some cafe businesses that only think about selling their menu of foods and drinks without thinking about the cafe's design. Therefore, it is necessary to provide insight to the public, especially business owners and architectural and interior designers regarding the importance of the relationship between human behavior and the surrounding environment. The methods that were used for this design are field observation, field studies, and literature studies on related theories. According to the results of a survey that had more than 40 respondents, only 30% knew about the application of an environmental psychology approach to architectural interior design, so there tend to be a lot of people who still don't know about this. So the design of this project applies an environmental psychology approach with the main concept of environmental perception which explains the human nature of being able to know which kind of environment is good for them or an environment that can make them feel comfortable. The principles of environmental psychology can come from the five human senses. Applying this approach is expected to make human perceptions from bad to good, and from good perceptions to be better.en_US
dc.description.abstractBisnis kafe di Kota Surabaya semakin bertambah, hal ini terbukti dari penelitian dimana terdapat kafe baru yang bertambah sebesar 16% sampai 18% dalam satu tahun. Namun masih ada beberapa bisnis kafe yang hanya memikirkan menu makanan dan minuman yang dijual tanpa memikirkan desain ruangan kafe. Oleh karena itu, perlunya memberi wawasan kepada masyarakat di luar sana khususnya pemilik bisnis dan juga desainer arsitektur maupun interior mengenai seberapa pentingnya hubungan perilaku manusia dengan lingkungan di sekitar. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan observasi lapangan, studi lapangan, dan studi literatur terhadap teori-teori yang berhubungan. Menurut hasil survei yang memiliki lebih dari 40 responden, hanya terdapat 30% yang mengetahui tentang penerapan pendekatan psikologi lingkungan pada desain ruangan, sehingga cenderung masih banyak yang belum mengetahui tentang hal ini. Untuk itu perancangan proyek ini menerapkan pendekatan psikologi lingkungan dengan konsep utama persepsi lingkungan yang menjelaskan mengenai sifat manusia yang mampu mengetahui lingkungan seperti apa yang baik untuk dirinya atau lingkungan yang dapat membuat dirinya merasa nyaman. Prinsip-prinsip psikologi lingkungan dapat berasal dari kelima alat indera manusia. Penerapan pendekatan tersebut diharapkan untuk dapat membuat persepsi manusia atau pengguna ruangan dari persepsi kurang baik menjadi baik, dan dari persepsi yang baik menjadi lebih baik.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectKafeen_US
dc.subjectBisnisen_US
dc.subjectPsikologi Lingkunganen_US
dc.subjectPersepsi Lingkunganen_US
dc.subjectCafeen_US
dc.subjectBusinessen_US
dc.subjectEnvironmental Psychologyen_US
dc.subjectEnvironmental Perceptionen_US
dc.titlePerancangan Proyek Kafe dengan Pendekatan Psikologi Lingkungan oleh Konsultan Louisinten_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi23201
dc.identifier.nim0206031910031


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record