Perancangan Proyek Kafe dengan Pendekatan Psikologi Lingkungan oleh Konsultan Louisint
Abstract
Bisnis kafe di Kota Surabaya semakin bertambah, hal ini terbukti dari penelitian dimana terdapat kafe baru yang bertambah sebesar 16% sampai 18% dalam satu tahun. Namun masih ada beberapa bisnis kafe yang hanya memikirkan menu makanan dan minuman yang dijual tanpa memikirkan desain ruangan kafe. Oleh karena itu, perlunya memberi wawasan kepada masyarakat di luar sana khususnya pemilik bisnis dan juga desainer arsitektur maupun interior mengenai seberapa pentingnya hubungan perilaku manusia dengan lingkungan di sekitar. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan observasi lapangan, studi lapangan, dan studi literatur terhadap teori-teori yang berhubungan. Menurut hasil survei yang memiliki lebih dari 40 responden, hanya terdapat 30% yang mengetahui tentang penerapan pendekatan psikologi lingkungan pada desain ruangan, sehingga cenderung masih banyak yang belum mengetahui tentang hal ini. Untuk itu perancangan proyek ini menerapkan pendekatan psikologi lingkungan dengan konsep utama persepsi lingkungan yang menjelaskan mengenai sifat manusia yang mampu mengetahui lingkungan seperti apa yang baik untuk dirinya atau lingkungan yang dapat membuat dirinya merasa nyaman. Prinsip-prinsip psikologi lingkungan dapat berasal dari kelima alat indera manusia. Penerapan pendekatan tersebut diharapkan untuk dapat membuat persepsi manusia atau pengguna ruangan dari persepsi kurang baik menjadi baik, dan dari persepsi yang baik menjadi lebih baik.

