Implikasi Klinis Perforasi Gaster terhadap Morbiditas dan Mortalitas Pasien
Abstract
Perforasi gaster merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada kegawatdaruratan bedah abdomen, khususnya pada populasi lanjut usia dengan komorbiditas penyerta. Kondisi ini didefinisikan sebagai terputusnya kontinuitas dinding lambung yang mengakibatkan kontaminasi rongga peritoneum oleh isi gastrointestinal. Meskipun telah terjadi kemajuan dalam teknik diagnostik dan terapi bedah, perforasi gaster masih menunjukkan angka kematian yang tinggi, terutama pada pasien dengan keterlambatan penanganan lebih dari 24 jam. Tantangan utama dalam penanganan perforasi gaster meliputi variasi presentasi klinis yang tidak khas pada kelompok geriatri, keterbatasan fasilitas pencitraan di daerah terpencil, serta variasi dalam pemilihan teknik operasi di berbagai pusat layanan. Artikel ini bertujuan untuk membahas implikasi klinis dari perforasi gaster terhadap luaran pasien berdasarkan tinjauan pustaka komprehensif. Penulisan artikel menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan mengintegrasikan bukti terkini terkait epidemiologi, etiologi, patofisiologi, diagnosis, serta penatalaksanaan perforasi gaster. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perforasi gaster berhubungan erat dengan peningkatan risiko peritonitis generalisata, sepsis, kegagalan multi organ, dan kematian. Diagnosis dini melalui kombinasi evaluasi klinis yang cermat dan konfirmasi radiologis, terutama dengan CT scan, menjadi kunci keberhasilan terapi. Tatalaksana bedah yang tepat waktu disertai resusitasi agresif dan terapi antibiotik empiris yang adekuat terbukti berperan penting dalam memperbaiki luaran klinis. Kesimpulannya, perforasi gaster merupakan kondisi klinis serius dengan implikasi luas terhadap morbiditas dan mortalitas, sehingga diperlukan pendekatan komprehensif, multidisipliner, dan berbasis bukti untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian terkait kondisi ini.

