Pendekatan Multidisiplin dalam Penanganan Fraktur Costae Multiple dalam Praktik Bedah
Abstract
Fraktur costae multiple merupakan penyebab signifikan morbiditas dan mortalitas terkait trauma toraks, terutama pada pasien dengan cedera tumpul berat. Kondisi ini didefinisikan sebagai patahnya kontinuitas tiga atau lebih tulang rusuk, yang sering kali disertai dengan ketidakstabilan dinding dada dan gangguan fungsi pernapasan. Meskipun telah terjadi kemajuan dalam pendekatan diagnostik dan manajemen nyeri, fraktur costae multiple masih dikaitkan dengan komplikasi serius, termasuk kegagalan pernapasan, infeksi, dan nyeri kronis. Tantangan utama dalam penanganannya meliputi variabilitas presentasi klinis, kebutuhan akan kontrol nyeri yang efektif namun kompleks, serta kontroversi terkait indikasi optimal untuk intervensi bedah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi diagnostik, tatalaksana mutakhir, dan implikasi klinis fraktur costae multiple berdasarkan sintesis bukti terkini. Penulisan artikel menggunakan metode tinjauan naratif dengan mengintegrasikan literatur terkini mengenai epidemiologi, patofisiologi, modalitas pencitraan, manajemen konservatif dan bedah, serta pencegahan komplikasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tatalaksana yang berhasil bergantung pada pendekatan multimodal, yang mencakup analgesia regional yang agresif, fisioterapi pernapasan dini, dan seleksi pasien yang tepat untuk fiksasi bedah guna memulihkan stabilitas dinding dada. Diagnosis cepat dengan CT-scan dan penerapan protokol manajemen nyeri yang terstruktur terbukti penting dalam menurunkan risiko pneumonia, durasi rawat, dan mortalitas. Kesimpulannya, fraktur costae multiple memerlukan pendekatan terpadu dan berbasis bukti yang melibatkan kerja sama multidisiplin guna mengoptimalkan hasil fungsional dan mengurangi beban komplikasi pada populasi trauma.

