Pendekatan Klinis dan Konseptual pada Struma dalam Praktik Kedokteran
Abstract
Struma merupakan pembesaran kelenjar tiroid yang masih sering dijumpai dalam praktik klinis dan dapat mencerminkan berbagai proses patologis dengan etiologi serta implikasi klinis yang beragam. Kondisi ini tidak hanya terkait dengan gangguan fungsi tiroid, tetapi juga dapat menimbulkan dampak mekanik, estetika, dan psikososial yang memengaruhi kualitas hidup pasien. Penyebab struma meliputi defisiensi yodium, gangguan autoimun seperti penyakit Hashimoto atau Graves, nodul tiroid, hingga kelainan neoplastik. Variasi manifestasi klinis yang luas menuntut evaluasi pasien secara sistematis, termasuk anamnesis rinci, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium fungsi tiroid, dan pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi atau biopsi jarum halus bila diperlukan. Artikel ini bertujuan menyajikan tinjauan komprehensif mengenai struma dari perspektif konseptual dan klinis, dengan menekankan mekanisme pembesaran kelenjar tiroid, variasi gambaran klinis, pendekatan diagnostik, serta prinsip penatalaksanaan yang relevan. Penulisan dilakukan menggunakan metode studi literatur, dengan meninjau buku ajar kedokteran, pedoman praktik klinis, dan artikel ilmiah nasional maupun internasional yang relevan. Sintesis literatur menunjukkan bahwa penatalaksanaan struma dapat berupa terapi konservatif maupun intervensi bedah, disertai pemantauan jangka panjang untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Artikel ini diharapkan memberikan ulasan konseptual dan klinis yang koheren mengenai struma, membantu pembaca memahami gambaran penyakit secara menyeluruh, serta menjadi referensi bagi praktik kedokteran berbasis bukti.

