Katarak Senilis: Gambaran Patofisiologi dan Strategi Klinis dalam Penatalaksanaan
Abstract
Katarak senilis merupakan penyebab utama gangguan penglihatan reversibel pada populasi lanjut usia dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara berkembang. Katarak didefinisikan sebagai kekeruhan lensa mata yang menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan secara progresif. Proses penuaan merupakan faktor utama terjadinya katarak senilis, yang diperberat oleh berbagai faktor risiko seperti paparan sinar ultraviolet, penyakit sistemik, gaya hidup, serta stres oksidatif. Artikel ini bertujuan untuk membahas katarak senilis secara komprehensif dari aspek anatomi lensa, definisi, epidemiologi, etiologi, faktor risiko, patofisiologi, klasifikasi, manifestasi klinis, evaluasi, hingga tatalaksana berdasarkan literatur terkini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur terhadap buku teks oftalmologi, pedoman nasional, serta artikel ilmiah yang relevan. Pembahasan difokuskan pada mekanisme biologis terjadinya katarak senilis dan implikasinya dalam praktik klinis, tanpa menyertakan laporan kasus. Penatalaksanaan katarak hingga saat ini masih bergantung pada tindakan pembedahan, dengan berbagai teknik operasi yang terus berkembang untuk meningkatkan hasil visual dan kualitas hidup pasien. Dengan pemahaman yang baik mengenai proses terjadinya katarak senilis dan pendekatan klinisnya, diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini, menentukan waktu intervensi yang tepat, serta memberikan edukasi yang optimal kepada pasien.

