Glaukoma Sekunder Akut terkait Katarak: Perspektif Konseptual dan Implikasi Klinis
Abstract
Glaukoma sekunder akut akibat katarak, khususnya glaukoma fakomorfik, merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan oftalmologi yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Kondisi ini terjadi akibat perubahan anatomi dan fisiologi lensa yang mengalami pembesaran atau intumesensi, sehingga menimbulkan penyempitan atau penutupan sudut bilik mata depan dan peningkatan tekanan intraokular secara mendadak. Artikel ini bertujuan untuk membahas glaukoma sekunder akut akibat katarak secara komprehensif dari aspek konseptual dan klinis, dengan menekankan mekanisme patofisiologi, gambaran klinis, pendekatan diagnosis, serta prinsip penatalaksanaan terkini. Metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur terhadap buku ajar oftalmologi, pedoman praktik klinis, serta artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Pembahasan difokuskan pada integrasi aspek anatomi dan fisiologi aqueous humor, mekanisme terjadinya glaukoma sudut tertutup sekunder akibat katarak, tantangan diagnostik, serta strategi terapi medikamentosa, laser, dan pembedahan. Artikel ini tidak menyertakan laporan kasus dan disusun sebagai artikel diskusi teoretis. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai glaukoma sekunder akut akibat katarak, diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini, penatalaksanaan yang tepat, serta pencegahan komplikasi guna mempertahankan fungsi penglihatan pasien.

