Barotrauma pada Terapi Oksigen Hiperbarik sebagai Tantangan Klinis dalam Praktik Kedokteran Modern
Abstract
Deksa Muhammad Nurfitrian Widiastu School of Medicine Universitas Ciputra Surabaya Abstrak Terapi oksigen hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy/HBOT) merupakan modalitas terapi yang semakin luas digunakan dalam berbagai kondisi medis, baik akut maupun kronik, termasuk keracunan karbon monoksida, luka kronis, penyakit dekompresi, serta gangguan iskemik jaringan. Meskipun memiliki manfaat klinis yang signifikan, penggunaan HBOT tidak terlepas dari risiko efek samping yang perlu mendapat perhatian, salah satunya adalah barotrauma telinga tengah. Barotrauma terjadi akibat ketidakmampuan sistem telinga tengah untuk menyesuaikan perubahan tekanan lingkungan secara adekuat, sehingga menimbulkan perbedaan tekanan antara rongga telinga tengah dan lingkungan sekitarnya. Kondisi ini dapat memicu spektrum manifestasi klinis yang luas, mulai dari rasa penuh di telinga, nyeri, gangguan pendengaran konduktif sementara, hingga perforasi membran timpani dan keterlibatan telinga dalam. Barotrauma telinga tengah merupakan komplikasi yang paling sering dilaporkan pada pelaksanaan HBOT dan dapat memengaruhi kenyamanan pasien, kepatuhan terhadap terapi, serta keberlangsungan program pengobatan. Artikel ini membahas barotrauma sebagai komplikasi penting terapi oksigen hiperbarik dengan menitikberatkan pada mekanisme patofisiologis, faktor risiko, manifestasi klinis, pendekatan diagnostik, serta strategi pencegahan dan tatalaksana dalam praktik klinik. Metode penulisan menggunakan kajian literatur terhadap jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam lima tahun terakhir, serta buku ajar dan panduan klinis terkait terapi hiperbarik dan penyakit telinga.

