Hematemesis sebagai Manifestasi Klinis Perdarahan Saluran Cerna Atas pada Pasien Sirosis Hepatis akibat Hepatitis B
Abstract
Hematemesis merupakan manifestasi klinis perdarahan saluran cerna bagian atas yang sering dijumpai dan berkaitan dengan morbiditas serta mortalitas yang tinggi. Kondisi ini memiliki implikasi klinis yang lebih serius pada pasien dengan penyakit hati kronik, khususnya sirosis hepatis akibat infeksi hepatitis B. Hematemesis pada kelompok ini paling sering disebabkan oleh perdarahan varises esofagus atau gastropati hipertensi portal sebagai konsekuensi dari peningkatan tekanan portal dan gangguan hemostasis. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan ilmiah mengenai hematemesis pada sirosis hepatis akibat hepatitis B dengan menekankan aspek patofisiologi, faktor risiko, pendekatan diagnostik, serta tatalaksana berbasis bukti terkini. Metode penulisan menggunakan pendekatan literature review terhadap buku teks kedokteran, pedoman praktik klinis, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa hipertensi portal berperan sentral dalam pembentukan varises esofagus, sedangkan gangguan fungsi sintesis hati memperberat risiko perdarahan dan anemia. Penatalaksanaan hematemesis pada sirosis hepatis memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup stabilisasi hemodinamik, terapi farmakologis, intervensi endoskopik, serta upaya pencegahan perdarahan ulang. Pemahaman yang mendalam mengenai mekanisme dan penatalaksanaan hematemesis diharapkan dapat meningkatkan ketepatan diagnosis, efektivitas terapi, serta luaran klinis pada pasien dengan sirosis hepatis akibat hepatitis B.

