Peran Pemeriksaan Prothrombin Time, Activated Partial Thromboplastin Time, dan D-dimer dalam Menilai Kelainan Koagulasi
Abstract
Sistem hemostasis merupakan mekanisme biologis yang bekerja secara terintegrasi untuk mempertahankan keseimbangan antara pembentukan bekuan darah dan proses fibrinolisis. Gangguan pada sistem ini dapat memicu spektrum kelainan koagulasi yang luas, mulai dari kecenderungan perdarahan hingga kondisi hiperkoagulabel yang meningkatkan risiko trombosis. Dalam praktik patologi klinik, pemeriksaan Prothrombin Time (PT), Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT), dan D-dimer masih menjadi pemeriksaan laboratorium utama yang digunakan sebagai langkah awal dalam evaluasi fungsi koagulasi. PT dan aPTT memberikan gambaran mengenai integritas jalur koagulasi ekstrinsik dan intrinsik, sedangkan D-dimer mencerminkan aktivitas pembentukan serta degradasi fibrin sebagai indikator tidak langsung aktivasi koagulasi dan fibrinolisis. Artikel ini bertujuan untuk mengulas secara komprehensif peran pemeriksaan PT, aPTT, dan D-dimer dalam menilai kelainan koagulasi berdasarkan literatur ilmiah terkini. Sintesis naratif terhadap penelitian mutakhir menunjukkan bahwa ketiga pemeriksaan ini memiliki nilai diagnostik dan prognostik yang signifikan pada berbagai kondisi klinis, termasuk koagulopati terkait penyakit sistemik, sepsis, dan tromboemboli. Meskipun demikian, keterbatasan sensitivitas dan spesifisitas masing-masing parameter menuntut interpretasi hasil yang kontekstual dan terintegrasi dengan data klinis pasien.

