Implikasi Klinis Gastroenteritis Akut terhadap Kejadian Dehidrasi pada Anak dan Mortalitas Bayi Baru Lahir
Abstract
Gastroenteritis akut (GEA) tetap menjadi penyebab utama morbiditas pada anak di bawah lima tahun secara global, dengan dehidrasi sebagai komplikasi paling serius yang menentukan luaran klinis. Kondisi ini dicirikan oleh muntah, diare, dan demam yang onsetnya akut, sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, GEA berkontribusi signifikan terhadap angka kunjungan rumah sakit dan beban ekonomi kesehatan keluarga. Tantangan utama dalam penanganannya meliputi keterlambatan mengenali derajat dehidrasi, variasi dalam pemilihan rute rehidrasi, serta ketidakpatuhan dalam pemberian terapi adjuvan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implikasi klinis GEA, khususnya dalam memicu dehidrasi, melalui telaah terhadap sebuah laporan kasus dan sintesis bukti ilmiah terkini. Penulisan menggunakan metode naratif deskriptif dengan mengintegrasikan data pasien anak usia 16 bulan yang dirawat akibat GEA dan dehidrasi ringan-sedang, serta tinjauan literatur sistematis dari sumber terpercaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian klinis yang cermat terhadap tanda seperti mata cowong dan turgor kulit merupakan kunci dalam menilai derajat dehidrasi. Tatalaksana yang tepat, yang meliputi rehidrasi agresif sesuai kondisi, pemberian zinc, dan probiotik terbukti dapat mempersingkat durasi gejala dan mencegah komplikasi. Diagnosis dini dan intervensi cepat sangat menentukan prognosis. Kesimpulannya, GEA merupakan kondisi yang dapat berdampak serius akibat kehilangan cairan dan elektrolit. Pendekatan manajemen yang terstandarisasi, berfokus pada rehidrasi, terapi adjuvan berbasis bukti, serta edukasi orang tua yang komprehensif, sangat diperlukan untuk menekan morbiditas dan mencegah mortalitas.

