Show simple item record

dc.contributor.authorRhenardo, Clara Alverina
dc.date.accessioned2026-01-26T04:53:57Z
dc.date.available2026-01-26T04:53:57Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttps://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9007
dc.descriptionTaxi driver has one of the possibility of hazardous work which 60 times more likely to experience workplace accidents on the job than other jobs (NIOSH, in OSHA, 2000). Taxi driver spent nearly whole day to work, from dawn until late at night with a tight target every day. As a result, taxi driver could experiences work stress. Mc Donough and Stewart (2010) found 53.4% taxi drivers experiences work stress. Other than that, Bodenmann et al. (2007) found that the accumulation of stress could causes marriage p roblems. One of the criteria for marital fruitfulness is marital satisfaction (Burgess & Locke, in Ardhianita & Andayani, 2005). Bodenmann (in Bodenmann et al., 2007) carried out a longitudinal study about the causes of divorce. It was found that low joint leisure time and low quality of communication are significantly causing divorce. Therefore, it can be acknowledged that taxi drivers with high level of stress at work need to have an amount of joint leisure time and good quality of communication in order to ensure their marital satisfaction. This study aims to determine the relationship between joint leisure time, as well as communication, and marital satisfaction in taxi driver . Quantitative method is used with correlational design. Incidental sampling i s used in technique sampling. The subjects included in this study are 87 taxi driver in company X Surabaya. Instruments used in this study are time together scale (Kurniawan & Setiawan, 2016), communication scale (Olson & Larson, 2008) , and marital satisfa ction scale (Grable & Britt, 2006) . The result of multiple correlation test shows that there is positive relationship between time together and communication altogether with marital satisfaction (R = 0.673; ρ < 0.05). The result of partial correlation test shows that (1) there is relationship between time together and marital satisfaction by controlling communication (r = 0.497; ρ < 0.05), and (2) there is relationship between communication and marital satisfaction by controlling time together (r = 0.441; ρ < 0.05). Based on the above results it can be concluded that time together and communication joint together makes higher marital satisfaction (R 2 = 45.2%). In addition, time together (R 2 = 32%) correlated better with marital satisfaction compared to commu nication (R 2 = 13.2%).en_US
dc.description.abstractSopir taksi merupakan salah satu pekerjaan berbahaya yang memiliki kemung kinan 60 kali lebih besar mengalami kecelakaan kerja dalam pekerjaannya dibandingkan pekerjaan lainnya (NIOSH, dalam OSHA, 2000). Sopir taksi menghabiskan waktunya untuk bekerja, mulai dari subuh hingga larut malam dengan target setoran setiap harinya. Akibatnya, sopir taksi dapat mengalami stres dalam pekerjaannya. McDonough dan Stewart (2010) menemukan 53.4% sopir taksi mengalami stres kerja. Selain itu, Bodenmann et al. (2007) menemukan bahwa akumulasi dari stres dapat menimbulkan masalah dalam pernikahan. Salah satu kriteria keberhasilan pernikahan adalah kepuasan pernikahan (Burgess & Locke, dalam Ardhianita & Andayani, 2005). Bodenman (dalam Bodenmann et al., 2007) me lakukan studi longitudinal tentang penyebab perceraian. Hasil studinya ditemukan penyebab perceraian adalah rendahnya waktu luang bersama dan rendahnya kualitas komunikasi. Maka dari itu, peneliti menduga sopir taksi yang memiliki tingkat stress kerja yang tinggi harus memiliki jumlah waktu luang bersama pasangan yang tinggi dan kualitas komunikasi yang baik untuk menjamin kepuasan pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu luang bersama dan komunikasi dengan kepuasan per nikahan pada sopir taksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling insidental . Subjek dalam penelitian ini adalah 87 sopir taksi di perusahaan X Surabaya. Pengambilan dat a menggunakan skala yang terdiri dari skala waktu luang bersama (Kurniawan & Setiawan, 2016), skala komunikasi (Olson & Larson, 2008), dan skala kepuasan pernikahan (Grable & Britt, 2006). Hasil uji korelasi ganda menunjukkan adanya hubungan positif antara waktu luang bersama dan komunikasi dengan kepuasan pernikahan (R = 0.673; ρ < 0.05). Hasil uji korelasi parsial menunjukkan (1) ada hubungan antara waktu luang bersama dan kepuasan pernikahan dengan mengendalikan komunikasi (r = 0.497; ρ < 0.05), dan (2) ada hubungan antara komunikasi dan kepuasan pernikahan dengan mengendalikan waktu luang bersama (r = 0.441; ρ < 0.05). Berdasarkan ketiga hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa waktu luang bersama dan komunikasi bersama - sama meningkatkan kepuasan pernikahan lebih baik (R 2 = 45.2%). Selain itu, kontribusi waktu luang bersama (R 2 = 32%) lebih besar dibandingkan komunikasi (R 2 = 13.2%).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Ciputraen_US
dc.subjectkepuasan pernikahanen_US
dc.subjectkomunikasien_US
dc.subjectsopir taksien_US
dc.subjectwaktu luang bersamaen_US
dc.subjectmarital satisfactionen_US
dc.subjectcommunicationen_US
dc.subjecttaxi driveren_US
dc.subjectjoint leisure timeen_US
dc.titleHUBUNGAN ANTARA WAKTU LUANG BERSAMA DAN KOMUNIKASI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SOPIR TAKSen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi73201
dc.identifier.nim30113003
dc.identifier.dosenpembimbingJenny Lukito Setiawan


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record