HUBUNGAN ANTARA WAKTU LUANG BERSAMA DAN KOMUNIKASI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SOPIR TAKS
Abstract
Sopir taksi merupakan salah satu pekerjaan berbahaya yang memiliki kemung kinan 60 kali lebih besar mengalami kecelakaan kerja dalam pekerjaannya dibandingkan pekerjaan lainnya (NIOSH, dalam OSHA, 2000). Sopir taksi menghabiskan waktunya untuk bekerja, mulai dari subuh hingga larut malam dengan target setoran setiap harinya. Akibatnya, sopir taksi dapat mengalami stres dalam pekerjaannya. McDonough dan Stewart (2010) menemukan 53.4% sopir taksi mengalami stres kerja. Selain itu, Bodenmann et al. (2007) menemukan bahwa akumulasi dari stres dapat menimbulkan masalah dalam pernikahan. Salah satu kriteria keberhasilan pernikahan adalah kepuasan pernikahan (Burgess & Locke, dalam Ardhianita & Andayani, 2005). Bodenman (dalam Bodenmann et al., 2007) me lakukan studi longitudinal tentang penyebab perceraian. Hasil studinya ditemukan penyebab perceraian adalah rendahnya waktu luang bersama dan rendahnya kualitas komunikasi. Maka dari itu, peneliti menduga sopir taksi yang memiliki tingkat stress kerja yang tinggi harus memiliki jumlah waktu luang bersama pasangan yang tinggi dan kualitas komunikasi yang baik untuk menjamin kepuasan pernikahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu luang bersama dan komunikasi dengan kepuasan per nikahan pada sopir taksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling insidental . Subjek dalam penelitian ini adalah 87 sopir taksi di perusahaan X Surabaya. Pengambilan dat a menggunakan skala yang terdiri dari skala waktu luang bersama (Kurniawan & Setiawan, 2016), skala komunikasi (Olson & Larson, 2008), dan skala kepuasan pernikahan (Grable & Britt, 2006). Hasil uji korelasi ganda menunjukkan adanya hubungan positif antara waktu luang bersama dan komunikasi dengan kepuasan pernikahan (R = 0.673; ρ < 0.05). Hasil uji korelasi parsial menunjukkan (1) ada hubungan antara waktu luang bersama dan kepuasan pernikahan dengan mengendalikan komunikasi (r = 0.497; ρ < 0.05), dan (2) ada hubungan antara komunikasi dan kepuasan pernikahan dengan mengendalikan waktu luang bersama (r = 0.441; ρ < 0.05). Berdasarkan ketiga hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa waktu luang bersama dan komunikasi bersama - sama meningkatkan kepuasan pernikahan lebih baik (R 2 = 45.2%). Selain itu, kontribusi waktu luang bersama (R 2 = 32%) lebih besar dibandingkan komunikasi (R 2 = 13.2%).

