HUBUNGAN ANTARA INTIMASI SEKSUAL DAN WAKTU LUANG BERSAMA DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PERAWAT
Abstract
Menjadi perawat adalah pekerjaan yang menekan dan memiliki resiko yang tinggi (Sarafino, 2008). Selain adanya shift kerja yang berubah setiap bulannya, masalah lain yang bisa timbul adalah masalah dalam pernikahannya. Grosswald (2004) menyatakan bahwa seseorang yang bekerja dalam shift memiliki kepuasan pernikahan yang lebih rendah dibandingkan seseorang yang tidak bek erja dalam shift . Padahal Burgess dan Locke (dalam Habibi, 2015) menyatakan kepuasan pernikahan merupakan salah satu dari enam kriteria penentu keberhasilan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah memeriksa hubungan antara intimasi seksual dan waktu luang bersama dengan kepuasan pernikahan pada perawat. Sampel dalam penel itian ini adalah 225 perawat (61.1% wanita, 38.9% pria ). Data dikumpulkan dengan menggunakan skala intimasi seksual (Cordova, 2009), skala waktu luang bersama (Kurniawan & Setiawan, 2016), dan skala kepuasan pernikahan (Grable & Bitt, 2006). Hasil uji korelasi ganda menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara intimasi seksual dan waktu luang bersama dengan kepuasan pernikahan (R=0, 666 ; <0,05). Hasil uji korelasi parsial menunj ukkan ada hubungan positif dan signifikan antara intimasi seksual dan kepuasan pernikahan dengan mengendalikan waktu luang bersama (r=0, 259 ; <0,05). Hasil uji korelasi parsial menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara waktu luang bersama da n kepuasan pernikahan dengan mengendalikan intimasi seksual (r=0, 537 ; <0,05). Dapat disimpulkan bahwa intimasi seksual dan waktu luang bersama memiliki hubungan yang lebih kuat ketika mereka bekerja bersama - sama.

