| dc.contributor.author | Daly, Binar Berliannya | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-22T15:47:19Z | |
| dc.date.available | 2026-02-22T15:47:19Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9192 | |
| dc.description | Mining companies require large working capital to operate. Good working capital management is needed to maintain the company's business continuity. The pecking order theory explains that the first funding option a company chooses comes from internal funding such as cash holdings. Having the right cash is important for maintaining a company's business activities in order to be able to finance daily operational activities and invest in business development. Starting in 2012 the Reference Coal Price decreased drastically and had an impact on the company's performance which did not meet expectations. This phenomenon requires mining companies to have strong working capital management to maintain business continuity and improve company performance. The purpose of this study is to determine the effect of net working capital, leverage, and growth opportunities on cash holdings. The research was conducted on mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2019. Purposive sampling was carried out to select research samples based on predetermined criteria so that 51 company samples were obtained. This study uses secondary data taken from the company's financial statements. The analytical method used is multiple linear regression to determine the relationship between the independent variables and the dependent variable. The results of the study show that net working capital, leverage, and growth opportunities have a positive effect on cash holdings. | en_US |
| dc.description.abstract | Perusahaan pertambangan membutuhkan modal kerja yang besar untuk beroperasi. Manajemen modal kerja yang baik dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Pecking order theory menjelaskan bahwa pilihan pendanaan pertama yang dipilih perusahaan berasal dari pendanaan internal seperti cash holding. Kepemilikan kas yang tepat penting untuk menjaga aktivitas bisnis suatu perusahaan agar bisa membiayai kegiatan operasional sehari-hari dan melakukan investasi untuk pengembangan usaha. Mulai tahun 2012 Harga Batubara Acuan (HBA) menurun drastis dan berdampak pada kinerja perusahaan yang tidak sesuai ekspektasi. Fenomena tersebut mengharuskan perusahaan pertambangan memiliki manajemen modal kerja yang kuat untuk mempertahankan kelangsungan usaha dan meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh net working capital, leverage, dan growth opportunity terhadap cash holding. Penelitian dilakukan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2019. Purposive sampling dilakukan untuk memilih sampel penelitian berdasarkan kriteria yang ditentukan sehingga diperoleh 51 sampel perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa net working capital, leverage, dan growth opportunity memiliki pengaruh positif terhadap cash holding. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Net Working Capital | en_US |
| dc.subject | Leverage | en_US |
| dc.subject | Growth Opportunity | en_US |
| dc.subject | Cash Holding | en_US |
| dc.subject | Pecking Order Theory | en_US |
| dc.title | Pengaruh Net Working Capital, Leverage, dan Growth Opportunity terhadap Cash Holding pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2019 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 62201 | |