| dc.contributor.author | Sudiarto, Michele | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-27T11:58:36Z | |
| dc.date.available | 2026-03-27T11:58:36Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9319 | |
| dc.description | The development of MSMEs in Indonesia is very important for the country's economic growth. MSME entrepreneurs are recorded at 65 million and will continue to grow every year, this is a good thing for the country's economy and the government is also supporting the growth of MSMEs. One of the taxes imposed on MSMEs is income tax (PPh). Based on PP no 55 of 2022, if the gross income of MSMEs does not exceed 500 million, then they are not subject to tax. One of the tax areas is Central Java where in 2021, compliance will reach 72% but for nonemployee compliance contributions it will only be 9%. In 2021, the largest number of MSMEs growth in Central Java will be in the City of Semarang of 91,000 MSMEs that already have permits and there are around 29,000 MSMEs that have been facilitated by the Semarang City Government. Although MSMEs continue to grow, Semarang City's revenue from the central tax revenue-sharing only increased slightly and briefly declined. Several factors influence the compliance of individual MSME taxpayers in the city of Semarang, namely tax knowledge, tax sanctions, and developments in tax technology. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge of taxation, tax sanctions, and technological developments on the compliance of individual MSMEs taxpayers in the city of Semarang. Data collection was carried out by distributing questionnaires online to MSME owners in Semarang City and the sample obtained was 175 respondents. Sampling is by purposive sampling method. Data analysis was carried out using multiple linear regression where the result, tax knowledge has a positive effect on individual taxpayer compliance of MSMEs in the city of Semarang. Then tax sanctions also have a positive effect on individual taxpayer compliance for MSMEs in the city of Semarang. Meanwhile, technological developments have no effect on individual taxpayer compliance for MSMEs in the city of Semarang. | en_US |
| dc.description.abstract | Perkembangan UMKM di Indonesia sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi negara. Pengusaha UMKM yaitu tercatat mencapai 65 juta dan akan terus bertambah setiap tahunnya, hal ini merupakan hal yang baik bagi perekonomian negara dan pemerintah ikut mendukung pertumbuhan UMKM. Pajak yang dikenakan kepada UMKM yaitu salah satunya pajak penghasilan (PPh). Berdasarkan PP no 55 tahun 2022, apabila pendapatan bruto UMKM tidak melebihi 500 juta maka tidak dikenai pajak. Salah satu wilayah pajak adalah Jawa Tengah dimana pada tahun 2021, kepatuhannya mencapai 72% tetapi untuk kontribusi kepatuhan bagi non karyawan hanya 9%. Pada tahun 2021, jumlah pertumbuhan UMKM terbesar di Jawa Tengah adalah di Kota Semarang sebesar 91.000 UMKM yang telah memiliki ijin dan terdapat sekitar 29.000 UMKM yang telah difasilitasi Pemkot Semarang. Meskipun UMKM terus berkembang tetapi pendapatan Kota Semarang dari dana bagi hasil pajak pusat hanya meningkat sedikit dan sempat menurun. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi UMKM di Kota Semarang yaitu pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, dan perkembangan teknologi perpajakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, dan perkembangan teknologi terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi UMKM di Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner secara daring kepada pemilik UMKM di Kota Semarang dan sampel yang didapatkan adalah 175 responden. Mayoritas umur dari responden adalah 40-50 tahun. Pengambilan sampel yaitu dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda dimana hasilnya, pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi UMKM di Kota Semarang. Lalu sanksi perpajakan juga berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi UMKM di Kota Semarang. Sedangkan perkembangan teknologi tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi UMKM di Kota Semarang. | en_US |
| dc.publisher | UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA | en_US |
| dc.subject | pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, perkembangan teknologi perpajakan, kepatuhan wajib pajak orang pribadi. | en_US |
| dc.subject | knowledge of taxation, tax sanctions, development of tax technology, individual taxpayer compliance | en_US |
| dc.title | Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Perpajakan, dan Perkembangan Teknologi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM di Kota Semarang | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 62201 | |
| dc.identifier.nim | 0106041910020 | |
| dc.identifier.dosenpembimbing | Eko Budi Santoso | |