• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Library
    • Media
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Library
    • Media
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Cerita Nama Wiyung Surabaya Diambil dari Kisah Cinta Mbah Jati ke Mbah Melati Baca artikel detikjatim, "Cerita Nama Wiyung Surabaya

    Thumbnail
    View/Open
    Cerita Nama Wiyung Surabaya.docx (14.69Kb)
    Date
    2024-04-25
    Author
    Kartika, Chrisyandi Tri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Surabaya - Wiyung adalah salah satu nama kecamatan di Surabaya. Berdasarkan cerita tutur yang dikutip dari buku Surabaya in the Book: Potret Sisikmelik Kota Surabaya (2009) karya M. Anis Fathoni, dulunya penamaan Wiyung diambil dari kisah kasih tak sampai Mbah Jati kepada Mbah Melati. Zaman dahulu kala, dikisahkan Wiyung merupakan sebuah desa tanpa nama yang dihuni oleh sekelompok warga yang hidupnya damai. Desa ini pada waktu itu adalah daerah rawa-rawa yang masyarakatnya memanfaatkan sumber daya alam di sana untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Di desa tanpa nama tersebut, hidup seorang pemuda bernama Ki Sukmo Jati (Mbah Jati) yang dikenal sebagai pemuda yang rajin bekerja. Pemuda itu diketahui menyimpan rasa cinta terhadap Dewi Sekar Arum (Mbah Melati), seorang gadis cantik berparas jelita di desa itu. "Mbah Jati jatuh cinta pada Dewi Sekar Arum," kata pemerhati sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada detikJatim, Kamis (25/4/2024). Namun cinta Ki Sukmo Jati tak berjalan seperti keinginannya. Rupanya, ada orang ketiga berjuluk Lempung (tanah becek yang pekat) yang tak ingin mereka berdua memadu kasih. "Kisah cinta itu akhirnya kandas, susah untuk dijadikan satu," ujar Chrisyandi. Waktu terus berlalu dan dikisahkan Dewi Sekar Arum jatuh sakit lalu meninggal. Ia meninggal tanpa sempat menjalin cinta sejati dengan Ki Sukmo Jati. Sepeninggal sang Dewi, Ki Sukmo Jati tak henti-hentinya memikirkan cintanya itu. Sampai kemudian ia memberi nama desa itu dengan nama Wiyung. "Dari kisahnya itu, (Ki Sukmo Jati) menamai daerah itu menjadi nama Wiyung, diambil dari nama Dewi Sekar Arum," ungkap Chrisyandi. Wiyung sendiri merupakan singkatan dari Dewi dan Wuyung. Dewi diambil dari nama perempuan yang ia cintai, sementara Wuyung artinya 'yang dicintai', sehingga Dewi Wuyung berarti Dewi yang dicintai. Selepas memberi nama desa tersebut, Ki Sukmo Jati diceritakan meninggal dalam kesedihannya.
    URI
    https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9346
    Collections
    • Media

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    Login

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire