• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Library
    • Media
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Library
    • Media
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pabrik Sabun Legendaris Sejak 1923 di Jalan Samdura Surabaya Tutup, Bangunan Tua Kini Mangkrak

    Thumbnail
    View/Open
    Pabrik Sabun Legendaris.docx (14.67Kb)
    Date
    2026-02-26
    Author
    Kartika, Chrisyandi Tri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    RADAR SURABAYA - Bangunan pabrik sabun batangan milik CV Samudra Mas di Jalan Samudra Nomor 39, Surabaya, terlihat sepi pada Kamis, 26 Februari 2026. Pabrik sabun legendaris yang telah berdiri sejak 1923 pada masa kolonial Belanda itu akhirnya gulung tikar setelah lama tidak beroperasi. “Pabrik sabun sudah lama tutup. Sudah lama tidak ada aktivitas,” kata Suprapto, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi pabrik sabun lawas tersebut. Menurut Suprapto, tanda-tanda penutupan pabrik model industri rumahan itu sudah terlihat sejak 2025. Penutupan diawali dengan pengurangan karyawan hingga akhirnya benar-benar berhenti beroperasi. “Sayang sekali karena pabrik ini sudah ada sejak zaman Belanda dan sabun produksinya cukup laris untuk pasar luar pulau (Jawa),” ujarnya. Sabun batangan yang diproduksi CV Samudra Mas menggunakan mereka Prahu Layar. Yang menarik, meski diproduksi di Surabaya, sabun ini justru tidak dipasarkan di Surabaya atau Jawa Timur, tapi sangat populer di kawasan Indonesia bagian Timur. Koordinator komunitas Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL), Chrisyandi Tri Kartika, sebelumnya menyebut sabun batangandi Jalan Samudra itu tergolong langka dan legendaris karena bisa bertahan selama satu abad lebih. Padahal, banyak pabrik sejenis yang sudah lama gulung tikar. “Berdasar catatan yang ada, pabrik sabun batangan ini sudah ada sejak tahun 1923. Artinya, pabrik ini sudah berusia satu abad, tepatnya 102 tahun,” kata Chrisyandi. Merujuk buku telepon lama miliknya, pabrik tersebut dahulu menempati persil atas nama Tuan Djoe Gwan di Bakmistraat nomor 39. Di lokasi itu kemudian berdiri papan nama CV Samudra Mas sebagai perusahaan sabun rumahan. Seorang karyawan yang telah bekerja lebih dari 50 tahun menyebut pabrik sempat bertahan karena permintaan pasar luar pulau. “Permintaan pasar di luar pulau memang banyak,” ujarnya. (*)
    URI
    https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9353
    Collections
    • Media

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    Login

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire